Melaju dengan Kencang

August 23, 2008

Analogi yang Mengagumkan

Filed under: Sejenak Merenung - pamanahrasa @ 12:47 pm

Kabar dari Sahabat

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut merapikan brewoknya.
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih ke soal Tuhan.
Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada.”
“Kenapa kamu berkata begitu ?” timpal si konsumen.
“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan…. untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, tak adakah yang sakit? Tak adakah anak terlantar? Jika Tuhan ada, tidak akan ada orang sakit ataupun orang kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar mlungker-mlungker istilah jawa-nya”, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,” Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR!”
Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ?Saya di sini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukur rambutmu!”
“Tidak!” elak si konsumen. “Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana,” si konsumen menambahkan.
“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur. “Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang kepada saya”, jawab si tukang cukur membela diri.
“Cocok!” Kata si konsumen menyetujui. “Itulah point utama-nya. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA! Tapi apa yang terjadi… orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARINYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”
Si tukang cukur terbengong.

June 18, 2008

Mampukah Kita Mencintai Istri Kita Tanpa Syarat?

Filed under: Sejenak Merenung - pamanahrasa @ 3:47 am

Ini cerita nyata Bapak Eko Pratomo, Direktur Fortis
Asset Management yang sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dalam memajukan industri reksadana di Indonesia .
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usianya sudah
senja bahkan sudah mendekati malam. Pak Suyatno 58 tahun, kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit, istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun.
Mereka dikarunia 4 orang anak. Di sinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh, dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari Pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya di depan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. (more…)

January 9, 2008

Do’a Awal Tahun

Filed under: Sejenak Merenung - pamanahrasa @ 5:07 am

Bismillaahirrahmaanirrohiim

Do\'a Awal Tahun

Ya Allah, Engkau yang Mahakekal, Maha Terdahulu lagi Mahaawal, dan berkat kemurahan-Mu yang besar serta karunia-Mu yang menjadi sumber (semuanya terjadi). Dan kini tahun baru telah tiba, pada tahun ini kami memohon kepada-Mu agar terpelihara dari godaan setan, para pendukungnya, dan bala tentaranya, dan kami memohon agar terpelihara dari hawa nafsu kami yang selalu memerintahkan berbuat keburukan. Dan kami mohon semoga Engkau menjadikan diri kami disibukkan dengan hal-hal yang mendekatkan diri kami kepada Engkau dengan sedekat-dekatnya, wahai Tuhan Yang memiliki kebesaran dan kemuliaan, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.

October 24, 2007

Surah Rahman (Beautiful Recitation)

Filed under: Sejenak Merenung - pamanahrasa @ 3:56 am


September 24, 2007

Setetes Embun

Filed under: Sejenak Merenung - pamanahrasa @ 8:06 am

Ayat Allah

August 24, 2007

Waktu Luang

Filed under: Sejenak Merenung - pamanahrasa @ 5:23 am

rose rose rose

Oleh Popon Saadah

Seorang teman pernah bertanya, “Apa yang membuatmu termotivasi untuk menulis sebuah novel?” Untuk menjawab pertanyaan itu saya berpikir sejenak. Sebenarnya banyak sekali faktor yang mendorong terlaksananya kegiatan saya itu. Tapi saya ingin menyebutkan salah satunya saja, yaitu karena saya punya banyak waktu untuk mengerjakannya. Mengenai waktu luang saya, saya deskripsikan seperti di bawah ini.

boneka gantungan

Sejak keempat anak saya bisa melakukan segala hal sendiri, tak membutuhkan lagi bantuan ibunya, saya jadi terbebas dari kesibukan rutin, mengurus anak-anak yang sangat menyita waktu itu. Apalagi setelah Si Sulung beranjak dewasa dan anak nomor tiga memasuki masa remaja, pekerjaan rumah yang biasa saya kerjakan sendiri sudah diambil alih oleh mereka. (more…)

July 23, 2007

Utusan Kematian

Filed under: Sejenak Merenung - pamanahrasa @ 7:21 am

kematian

Oleh Syamsul Rizal

Dikisahkan dalam Kitab “Irsyadul ‘bad lil Isti’dad li Yaumil Ma’ad” karya Abdul Azis Muhammad Salman, suatu ketika Nabi Ya’qub memohon pada malaikat maut tentang satu hal,” Aku memohon agar berkenan memberitahu kalau ajalku sudah dekat.”
“Baiklah, jika ajalmu dekat, aku akan mengutus dua atau tiga utusan,” jawab malaikat maut.
Setelah beberapa waktu, malaikat maut mendatanginya. Ya’qub terperanjat.
Dengan nada gugup Nabi Ya’qub berkata, “Engkau datang hanya untuk mengunjungiku atau engkau akan mencabut ruhku?” Malaikat menjawab, “Aku datang kali ini untuk mangunjungimu sakaligus untuk mencabut ruhmu.”
Nabi Ya’qub protes. “Bukankah kau telah berjanji, ketika ajalku dekat kau akan mengutus dua atau tiga utusan?” Tanya Ya’qub.
“Apakah kau tak sadar, aku telah mengutus padamu tiga perkara, dan engkau merasakan dan melihat dengan mata kepalamu sendiri akan perubahan yang terjadi pada dirimu? Bukankah rambutmu sebelumnya berwarna hitam, kemudian setelah itu menjadi berubah? Bukankah sebelumnya badanmu kuat dan kokoh, hingga akhirnya sekarang menjadi lemah dan loyo? Bukankah sebelumnya tulang tubuhmu lurus, kemudian berubah bungkuk?” jawab malaikat.
Nabi Ya’qub lalu menyadari hal itu.
Malaikat maut kembali bertutur, “Ketahuilah, mereka adalah utusanku pada setiap anak Adam sebelum ajal menjemput.”

Dari Majalah Islam Sabili, edisi 26 Juli 2007.

June 8, 2007

Sifat Negatif yang Menghambat Kebahagiaan

Filed under: Sejenak Merenung - pamanahrasa @ 4:30 am

monster

1. Takut terhadap kritikan;
2. Iri dan dengki;
3. Tidak sabar;
4. Mengkawatirkan hal-hal yang sepele;
5. Cemas yang berlebihan;
6. Marah;
7. Putus asa dan pesimis;
8. Tidak mau memaafkan;
9. Jenuh;
10. Lupa diri; (more…)

March 12, 2007

Emang Kamu itu Siapa?

Filed under: Sejenak Merenung - pamanahrasa @ 2:30 am

Artikel kiriman seorang teman

planet planet

Luar biasa!!!
Pernahkan Anda membayangkannya?
====> Pada waktu benda-benda angkasa ini diperbandingkan dengan bumi dan isinya,
kita menjadi sadar betapa kecilnya bumi dan kita para penghuninya.
====> Jagad raya ini sangat besar.
Dalam skala ini bumi kita tidak kelihatan lagi
Di sini matahari hanya sebesar debu!
====> Antares adalah bintang ke 15 yang paling terang di angkasa.
Jaraknya lebih dari seribu tahun cahaya dari bumi.
Lalu . . .
siapakah kita?
apakah tujuan hidup kita?
Apa yang membuat kita hidup? Manusia yang bagaimana yang disebut manusia berharga itu?
Apakah kita termasuk di dalamnya?
Dengan menafakuri semua itu, masihkah kita bisa menepuk dada & berkata “inilah aku!”…??

planet planet

September 17, 2006

Sembilan Strategi Setan dalam Menggoda Manusia

Filed under: Sejenak Merenung - pamanahrasa @ 8:25 am

tipu daya setan

Waswasah, membisikkan keraguan ketika melakukan kebaikan atau amal saleh;
Tazyin, membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan;
Tamanni, memperdaya dengan hayalan dan angan-angan;
A’dawah, berusaha menanamkan permusuhan;
Takhwif, berusaha menakut-nakuti;
Shaddun, menghalangi manusia menjalankan perintah Allah dengan menggunakan berbagai hambatan;
Wa’dun, janji palsu;
Kaidun, tipudaya;
Nisyan, lupa.