Mudik Asyik Berdua Saja

Oleh Popon Saadah
Pada hari keempat bulan Syawal, yang pada umumnya dikenal dengan istilah H+4, saya dan suami berniat mudik ke Sumedang berdua saja menggunakan sepeda motor. Di saat orang-orang kembali dari kampung halaman menuju rumah masing-masing (balik), kami baru mau mudik (lagi). Tak banyak persiapan, cukup dengan kostum khusus pengendara motor jarak jauh serta sedikit bingkisan untuk Emang di Sumedang. Berangkat dari rumah agak siang, karena kami tahu medan yang akan dilewati tidak seberat ketika kami menempuh perjalanan ke Limbangan Garut. Biasanya jalan menuju Sumedang jarang macet oleh kendaraan dan tidak turun naik. Paling-paling ada beberapa tikungan tajam di sepanjang jalan Cadas Pangéran.
Dari Cimahi kami berdua terus melaju melewati jalan Soekarnohatta (bypass) yang panjang itu, lalu Cileunyi, Jatinangor, Tanjung Sari, singgah sebentar di SPBU Ciroméd, melaju kembali menuju Cigendél, Cadas Pangéran, dan seterusnya. Di sepanjang jalan tak henti-hentinya bergemuruh suara mesin kendaraan. Barisan pengendara sepeda motor pada saat itu menyerupai pasukan prajurit berhelem yang hendak berperang menyerang musuh. Di mana-mana di sepanjang jalan kiri dan kanan dengan arah berlawanan terlihat armada sepeda motor pemudik, entah arus mudik entah arus balik memenuhi jalan raya dan jumlahnya mengalahkan jenis kendaraan lain. (more…)
PAMANAHRASA