Melaju dengan Kencang

July 13, 2009

Saat Bersama Sesosok Malaikat

Filed under: Uncategorized, Kreasi Puisi - pamanahrasa @ 1:34 am

Satu hari dari serpihan seribu mimpi
aku bertemu denganmu
di sebuah tempat menurut kata sepakat
berbingkai sore menuju malam
bertirai air yang tercurah lebat dari langit
hingga kita berdua terjebak terperangkap
di antara ruang dan irama merdu gemuruh hujan

Dua gelas coklat hangat
tak mampu membuyarkan pikiranku tentangmu
pada jarak yang teramat dekat
dengan leluasa aku menguliti wujudmu yang telanjang
hingga tak sadarkan diri
terbius aroma sedap keringat dari tubuhmu

Dalam kehilangan ingatanku dirampas pesonamu
hati begitu berharap
jarum jam bergulir merayap
agar diri bisa lebih menghayati kehadiran
sesosok malaikat yang tengah melebarkan sayap
sebagai tanda merengkuhku dalam gelap

Dan Sang Waktu
merubah semua ini menjadi candu!

April 21, 2009

Potret Hari Ini

Filed under: Focus - pamanahrasa @ 1:48 am


Murung


Mawar di Tengah Pasar


Astrajingga Mencoba Jadi Caleg

April 20, 2009

Mengendalikan Pasar, Mencari “Guru Negara”

Filed under: Artikel Tamu - pamanahrasa @ 4:31 am

Oleh Iwan Gunawan

22 Maret 2009 jam 17:43
“Kelangkaan bukan hanya disebabkan alam, tapi juga manusia.
Dan ilmu ekonomi tidak hanya bersangkut paut dengan alam sekelilingnya, tapi juga dengan selera konsumsi
manusia dan kesanggupannya berproduksi”
(Robert. L. Heilbroner; The Making of Economic Society)

Sistem ekonomi pasar yang diagungkan dapat membina rasionalitas, ternyata telah menciptakan bangsa ini semakin dekat dengan apa yang diangankan (desire) namun semakin jauh dari apa yang dibutuhkan (need). Memicu irasionalitas dalam berkonsumsi. Menciptakan gejolak melalui hadirnya benda-benda produk asing yang menawarkan pemuasan keinginan. Membiak melalui sentra-sentra perbelanjaan di desa dan di kota pelosok nusantara . Sementara kebutuhan bahan pokok kini langka di peredaran permintaan rakyat banyak .

Kelaparan tumbuh mengiris hati berdampingan dengan kemewahan yang menjadi . Gambaran ekonomi (anggaran rumah tangga) negara yang sedang timpang (defisit). Negara yang besar pasak daripada tiang. Pasak yang mewah dimiliki segelintir orang dimana tiang sandang, pangan dan papan hanya menjadi impian bagi para pengemis dan gelandangan. Bisakah pasar dikendalikan oleh negara yang menjadi rumah warganya ? Mungkinkah para gelandangan lapar kembali menghuni rumah tinggalnya ? Bisakah pasak-pasak kemewahan menegakkan kembali tiang-tiang rumah mereka yang kini hidup bergerombol di jalanan ? Dan dapatkah irasionalitas dalam pasar digeser oleh rasionalitas negara agar lahir kebijakan obyektif dimana orang banyak bisa hidup sejahtera ?

Konsumerisme kini tumbuh di dalam kehidupan pasar. Terdorong oleh pemenuhan keinginan yang melampaui dari apa yang dibutuhkan. Pemilikan benda-benda yang diangankan lebih memberikan kepuasan atas pemenuhan barang-barang pokok yang dibutuhkan. Bentuk keinginan berlebihan yang disebabkan tuntutan egoisme menuju realitas ekonomi yang sakit. Mengabaikan pemenuhan kebutuhan wajar dan kolektif bagi tumbuhnya ekonomi yang sehat. Tercetus oleh spontanitas iklan untuk meraih untung menggelembung. Mengorbankan tuntutan permanen atas barang-barang pokok yang dibutuhkan. Bentuk eksploitasi atas angan-angan konsumen yang menimbulkan banyak kefrustasian. Pasar melalui irasionalitas yang dikandungnya telah merusak organ ekonomi bangsa dengan menyumbat kemajuan penyaluran kebutuhan bagi rakyat yang belum sejahtera. (more…)

April 16, 2009

Dunia Replika Gajahku

Filed under: Focus - pamanahrasa @ 4:00 am


Gajah_Mungil


Gajah_Imut
(more…)

April 7, 2009

Salam Untukmu

Filed under: Kreasi Puisi - pamanahrasa @ 6:02 am

Di penghujung malam
aku mendekap bayanganmu dalam diam
memaknai benang emas pertemanan yang tlah tersulam
pada sudut-sudut hatiku yang tak lagi kelam

Kepadamu yang berhati pualam
melalui goresan kalam
kusampaikan salam….

March 31, 2009

Masjid Tangguh Di Situgintung

Filed under: Focus - pamanahrasa @ 7:17 am

Gambar: Kiriman Teman

February 8, 2009

Akhirnya Kutemukan Juga…

Filed under: Kuliner - pamanahrasa @ 12:31 pm

Petualanganku berbulan-bulan berburu nasi tutug oncom di Kota Bandung berakhir pada hari ini. Justru saya mendapatkan makanan kesukaan ini di rumah makan yang berlokasi di Cimahi, dekat dengan tempat tinggalku, tepatnya di jalan Gandawijaya. Rupanya rumah makan yang terbilang baru ini ingin memuaskan pelanggannya dari berbagai kalangan dan etnis. Terlihat dari menu yang tersedia begitu beragam. Selain tersedia masakan khas sunda, juga ada masakan mancanegara, termasuk hidangan ala Mandarin.

(more…)

February 2, 2009

Gambar di Perjalanan Wisata

Filed under: Focus - pamanahrasa @ 3:29 am


Menembus Kebumen


Kebumen dari dalam bis

(more…)

January 19, 2009

Warung Karedok Leunca

Filed under: Kuliner - pamanahrasa @ 4:18 am

Warung nasi Bu Imas adalah warung nasi pavoritku, sebab di sinilah makanan serba khas Sunda dihidangkan. Mulanya, saya tahu tentang tempat ini dari seorang sahabat, ketika suatu hari saya bersamanya berkunjung untuk makan siang di warung ini. Setelah satu kali kunjungan itu saya jadi ketagihan.
Yang menjadi daya tarik warung ini, selain masakannya yang asyik di lidah sampai ke tenggorokan, juga cara penyajiannya. Para tamu tidak duduk di kursi dan meja terpisah, tapi duduk bersama-sama mengelilingi meja panjang tempat berbagai makanan dihidangkan. Dengan begitu, suasana dan acara makan jadi ramai dan terasa meriah karena makan berjamaah (balakècrakan), meskipun pada umumnya antara pengunjung yang satu dengan yang lainnya tidak saling mengenal. (more…)

January 9, 2009

Akhirnya Tubuhku Ambruk Juga

Filed under: Opini Pribadi - pamanahrasa @ 3:54 am

Tubuhku ambruk juga, setelah seminggu lebih tak mengenal hari libur. Di saat semua guru dan murid tengah menikmati libur panjang, saya bolak-balik antara rumah dan sekolah, dalam rangka mempersiapkan arsip untuk mengikuti sertifikasi. Karena diporsir, stamina tubuhku memburuk, seluruh persendian terasa ngilu, seperti habis dipukuli orang sekampung. Badanku juga demam, suhu tubuhku naik, tapi kedinginan, disertai pusing entah berapa puluh keliling (bukan tujuh keliling lagi).
Menurut prediksi sendiri, saya kelelahan. Pikiran terlalu konsentrasi pada pekerjaan mengumpulkan dan memperbanyak arsip-arsip. Dengan begitu saya harus istirahat total. Kegiatan kemarin-kemarin yang tidak mengenal libur itu sekarang harus dibayar dengan berbaring seharian di tempat tidur.
Karena saya tahu betul penyebab ambruknya badan ini, ditambah lagi saya paling enggan pergi ke dokter, solusinya pun saya cari sendiri. Pertama, saya harus banyak istirahat, baik pisik maupun mental. Otak harus berhenti memikirkan yang rumit-rumit. Kedua, saya harus banyak makan dan minum makanan dan minuman pemulih tenaga, termasuk minuman suplemen. Ketiga, saya harus minum obat penghilang demam dan rasa ngilu itu. (more…)