Saat Bersama Sesosok Malaikat

Satu hari dari serpihan seribu mimpi
aku bertemu denganmu
di sebuah tempat menurut kata sepakat
berbingkai sore menuju malam
bertirai air yang tercurah lebat dari langit
hingga kita berdua terjebak terperangkap
di antara ruang dan irama merdu gemuruh hujan
Dua gelas coklat hangat
tak mampu membuyarkan pikiranku tentangmu
pada jarak yang teramat dekat
dengan leluasa aku menguliti wujudmu yang telanjang
hingga tak sadarkan diri
terbius aroma sedap keringat dari tubuhmu
Dalam kehilangan ingatanku dirampas pesonamu
hati begitu berharap
jarum jam bergulir merayap
agar diri bisa lebih menghayati kehadiran
sesosok malaikat yang tengah melebarkan sayap
sebagai tanda merengkuhku dalam gelap
Dan Sang Waktu
merubah semua ini menjadi candu!
PAMANAHRASA
Nah dengan pertemuan mu dengan dia semoga menjadikan coretan yang akan mengisi buku novelmu…..Good luck…..I support u to be a famous writer
Comment by si uwa — July 19, 2009 @ 1:39 pm
Ah itu mah cuma sebuah puisi.
Comment by pamanahrasa — July 21, 2009 @ 4:07 am