Warung Karedok Leunca
Warung nasi Bu Imas adalah warung nasi pavoritku, sebab di sinilah makanan serba khas Sunda dihidangkan. Mulanya, saya tahu tentang tempat ini dari seorang sahabat, ketika suatu hari saya bersamanya berkunjung untuk makan siang di warung ini. Setelah satu kali kunjungan itu saya jadi ketagihan.
Yang menjadi daya tarik warung ini, selain masakannya yang asyik di lidah sampai ke tenggorokan, juga cara penyajiannya. Para tamu tidak duduk di kursi dan meja terpisah, tapi duduk bersama-sama mengelilingi meja panjang tempat berbagai makanan dihidangkan. Dengan begitu, suasana dan acara makan jadi ramai dan terasa meriah karena makan berjamaah (balakècrakan), meskipun pada umumnya antara pengunjung yang satu dengan yang lainnya tidak saling mengenal.
Saya jadi sering berkunjung ke tempat ini karena beberapa alasan. Pertama, saya senang pada suasana yang santai, dan kurang menyukai tempat makan yang formal, privacy, apalagi ekslusif. Dan suasana warung nasi ini sesuai dengan apa yang saya harapkan.
Alasan kedua, menunya sederhana (tidak aneh-aneh) tapi membuat kita nikmat, seperti nasi putih, ayam bakar dan ayam goreng berikut lalaban dan sambal pedasnya, makanan yang dipepes, kikil, tahu, tempe, perkedel, dan lain sebagainya. Salah satu makanan khas yang membedakan warung ini dengan yang lain adalah karedok leunca. Di tempat lain saya belum pernah menemukan karedok leunca selezat karedok leunca di tempat ini. Gratis lagi, artinya bila pengunjung ingin mencicipi makanan ini yang memang cukup banyak dihidangkan di piring, bisa mengambilnya secara cuma-cuma, dan semaunya.
Alasan ketiga, harganya cukup terjangkau untuk kondisi saku saya.
Alasan keempat, cepat saji. Di warung ini tak ada istilah melamun berlama-lama dalam rangka menunggu pesanan. Karena jumlah karyawannya cukup banyak, asal kita sudah menempati bangku yang tersedia, makanan yang kita pesan akan segera dihidangkan.
Alasan kelima, tempatnya strategis karena terletak di pinggir jalan raya, sangat mudah dijangkau oleh kendaraan umum, serta mudah sekali memarkir kendaraan pribadi.
Tapi, ada tapinya. Tapi yang pertama, bila kita datang ke tempat ini tepat pada saat jam makan siang, jangan banyak berharap dapat tempat duduk, sebab pasti semua bangku di warung itu sudah terisi penuh, baik di lantai dasar maupun di lantai atas. Dengan begitu, kadang-kadang terpaksa kita menikmati hidangan dengan posisi duduk berdempetan. Dan biasanya orang-orang yang sudah terlanjur datang ke tempat ini lalu tidak kebagian tempat untuk makan, tidak langsung berajak pergi lagi, tapi mereka rela mengantri, menunggu giliran makan dengan sabar, mungkin sambil berpikir: barangkali saja di antara tamu-tamu yang sedang asyik makan sambil berjejer itu ada yang cepat selesai makannya.
Tapi yang kedua, jangan heran bila kita sedang asyik menikmati hidangan, tiba-tiba saja diganggu oleh ketidaknyamanan pendengaran. Para pengamen dan peminta-minta dengan bebasnya keluar masuk tempat ini, mengganggu kekhusuan kita bersantap. Ya, mungkin inilah ciri khas warung nasi yang merakyat itu, tak bisa lepas dari orang-orang yang juga ingin ikut mencicipi sedikit rasa nikmat yang telah dianugerahkan Allah swt. kepada kita.
PAMANAHRASA
Abdi mah kabita ku karedok leunca
Tutug oncom aya bu?
Comment by gajahkurus — February 7, 2009 @ 4:24 pm
Puguh hanjakalna teh di warung Bu Imas mah teu aya tutug oncom. Tapi abdi tos mosting ngeunaan tutug oncom dina blog ieu keneh Yi. Mangga we diaos di luhur!
Comment by Pamanahrasa — February 8, 2009 @ 12:28 pm
Karedok leunca? Eta mah kasedep atuh. Nuju ngumbara di Surabaya sabaraha taun kapengker, hoyong pisan karedok leunca, aduh eta mah meni sesyaaah pisan milarian leunca. Kenging-kenging di Giant, sabungkus Rp. 5000an, tambih ongkos Taxina we aya kana Rp. 40000 na.
Comment by Ambu si Kaka — March 4, 2009 @ 4:03 am
Kumaha Ambu Si Kaka, damang? Si Kakana sehat? Meni lawas ti lawas nembe nembongan deui. Ngiring bingah kana gumelarna putra, mugia eta putra teh dijantenkeun putra anu soleh, eh istri atanapi pameget Si Kaka teh?
Comment by pamanahrasa — March 7, 2009 @ 7:34 am