Melaju dengan Kencang

January 9, 2009

Akhirnya Tubuhku Ambruk Juga

Filed under: Opini Pribadi - pamanahrasa @ 3:54 am

Tubuhku ambruk juga, setelah seminggu lebih tak mengenal hari libur. Di saat semua guru dan murid tengah menikmati libur panjang, saya bolak-balik antara rumah dan sekolah, dalam rangka mempersiapkan arsip untuk mengikuti sertifikasi. Karena diporsir, stamina tubuhku memburuk, seluruh persendian terasa ngilu, seperti habis dipukuli orang sekampung. Badanku juga demam, suhu tubuhku naik, tapi kedinginan, disertai pusing entah berapa puluh keliling (bukan tujuh keliling lagi).
Menurut prediksi sendiri, saya kelelahan. Pikiran terlalu konsentrasi pada pekerjaan mengumpulkan dan memperbanyak arsip-arsip. Dengan begitu saya harus istirahat total. Kegiatan kemarin-kemarin yang tidak mengenal libur itu sekarang harus dibayar dengan berbaring seharian di tempat tidur.
Karena saya tahu betul penyebab ambruknya badan ini, ditambah lagi saya paling enggan pergi ke dokter, solusinya pun saya cari sendiri. Pertama, saya harus banyak istirahat, baik pisik maupun mental. Otak harus berhenti memikirkan yang rumit-rumit. Kedua, saya harus banyak makan dan minum makanan dan minuman pemulih tenaga, termasuk minuman suplemen. Ketiga, saya harus minum obat penghilang demam dan rasa ngilu itu.
Niatku mau istirahat total, tapi kenyataannya dalam keadaan terbaring lesu, pikiranku susah sekali diistirahatkan. Ingatanku selalu melayang bercabang-cabang. Saya merasa kasihan pada suami yang untuk sementara ini menggantikan posisiku mengerjakan beberapa pekerjaan rumah dan mempersiapkan makanan untuk anak-anak. Merasa iba, karena anak-anak tidak diladeni sebagaimana mestinya oleh ibunya. Ingat juga pada blog-blogku yang terbengkalai, sudah berminggu-minggu tidak diisi tulisan. Ternyata yang namanya sakit itu tidak enak. Segala kegiatan rutinku terhambat. Akhirnya si sakit jadi tidak produktif.
Dalam posisi tergolek lemah itu, saya mencoba menghubungi sahabat-sahabat untuk sekedar menghibur diri melalui SMS. Semangat untuk segera sembuh saya dapatkan ketika “ngobrol” dengan gajah_kurus. Dia menyarankan, nanti setelah sembuh saya harus menulis lagi di blog, serta menulis novel lagi seperti dulu. Padahal, saya rasa tulisannya lebih baik dari tulisanku. Bisa-bisanya dia memberi saran seperti itu.
Kemudian saya “ngobrol” juga dengan sahabat lama yang bernama aneh, Teeunk. Ketika saya hubungi, dia sedang di Liwa, tepatnya di Bumbon, Lampung Barat, sedang mengadakan penelitian Macan Dahan. Cerita dia tentang pengalaman kesehariaannya cukup menghiburku. Katanya dia lagi survey Macan Dahan (Neofelis Nebulosa) dan Kucing Kuwuk (Felis Marmorata). Prosesnya, setelah hewan-hewan itu kena perangkap, lalu dibius dan dikalungi radio colar, untuk memonitor daerah jelajahnya. Dia melaksanakan survey itu dalam rangka membantu temannya (Jenny dan Kyle) yang sedang kuliah S3 di salah satu universitas di Amerika. Ketika Teeunk tahu saya sedang sakit, dia menyarankan agar saya istirahat dan makan yang banyak, serta minun jamu tolak angin, padahal saya paling tidak suka minum jamu.
Sahabat satu lagi yang saya ajak “ngobrol”, Bu Nia. Dia juga tengah bernasib sama, sakit bareng ceritanya. Cuma keluhan dia bukan kelelahan, tapi kena cacar air. Sebagai teman yang senasib sepenanggungan, kami saling mendo’akan untuk kesembuhan masing-masing. Untung sekolah masih libur, jadi kami bisa istirahat di rumah dengan leluasa.
Terbujur layu selama dua hari rasanya seperti dua tahun. Apalagi ketika besoknya dapat SMS yang menanyakan kabar kesehatanku dari adikku di Surabaya, Aang Zaini, duh saya jadi tambah rindu dunia cyber, kangen pada teman-teman di YM, kangen pada teman-teman di Facebook.
Ketika badan terasa pulih secara bertahap, saya menghidupkan komputer, dan segera menulis tentang semua ini. Yang ingin saya jelaskan di sini adalah, bahwa ternyata setiap manusia itu lemah. Tentang hal ini sebenarnya kita sudah menyadarinya sejak lama. Cuma, setiap kita lagi segar-segarnya, kita suka lupa daratan, seakan-akan kita tak akan bertemu dengan masalah kesehatan. Dan jika dalam keadaan lemah itu kita berpikir dan merenung kembali, kita akan semakin menyadari, betapa berharganya sehat itu, betapa mahalnya sehat itu, betapa indahnya sehat itu. Kita bisa berbuat banyak dalam hidup ini ketika sehat, kita bisa berkreasi ketika sehat, kita bisa menolong orang banyak ketika sehat. Sangat disayangkan, bila pada saat badan kita dalam keadaan segar bugar, tak satupun perbuatan baik dikerjakan, tak satupun karya dihasilkan.
Untuk teman-teman yang sedang dianugerahi kesehatan dan umur oleh Yang Mahakuasa, mari kita berkarya sesuai minat dan bidangnya masing-masing. Mumpung kita sehat!

3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://pamanahrasa.blogsome.com/2009/01/09/akhirnya-tubuhku-ambruk-juga/trackback/

  1. Rupanya kita bernasib sama…kita lupa bahwa tubuh kita bukan mesin atau robot yang dapat diporsir semau kita.lucunya lagi ketika pulang dari dokter suamiku sempat berseloroh…kayaknya kamu harus makan AVG (anti virus)…biar tubuh kebal dengan virus.he he he… Semoga Lekas Pulih seperti sedia kala

    Comment by nia — January 9, 2009 @ 7:26 am

  2. Alhamdulillah, sudah sehat bu guru? Semoga segera disembuhkan dari rasa sakit yang mendera, diberi kesehatan dan diberi kekuatan oleh Allah SWT. Amin.
    Wilujeng ngeblog deui.

    Comment by gajah_kurus — January 9, 2009 @ 9:34 am

  3. Untuk sahabatku Bu Nia dan Pa Usep (gajah_kurus), terima kasih atas do’anya. Sekarang saya sudah bisa ngeblog lagi :)

    Comment by pamanahrasa — January 10, 2009 @ 7:47 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.