Pesan untuk Anakku
Engkau dilahirkan dari rahimku, tapi dirimu bukan aku. Engkau adalah biji mataku, tapi aku tak berhak menguasaimu. Engkau adalah darah dagingku, tapi dirimu bukan aku. Engkau adalah penerusku, tapi aku tak berhak memilikimu.
Engkau adalah wujud manusia baru, berhak penuh pada kebebasanmu. Tapi meskipun begitu, ijinkanlah aku membekalimu dengan potongan-potongan pesanku:
· Melangkahlah selalu di jalan kananmu, anakku;
· Berdirilah di kedua kakimu sendiri;
· Berjalanlah dengan hati dan pikiran sejernih air telaga, anakku;
· Menunduklah bila bertemu sesuatu yang layak kamu hormati;
· Tengadahlah wajah beserta kedua tanganmu hanya pada Allah Yang Maha Memberi;
· Berangkatlah dari rumahmu dengan keberanian;
· Kembalilah ke rumahmu dengan membawa kebenaran;
· Temuilah setiap orang atas nama kasih sayang;
· Jauhi setiap wujud yang menjerat dan membawamu ke dunia suram dan hitam pekat mencelakakan;
· Tak usah resah, jangan pernah berkeluh kesah bila suatu hari nanti kita berpisah. Raga dengan nyawa kita pun tak kan luput dari peritiwa perpisahan itu, yang begitu memilukan perasaan setiap insan;
· Sudah menjadi suratan taqdir bahwa segala apa yang ada di dunia fana ini akan berakhir.

PAMANAHRASA
bahagialah engkau masih untung punya mamah. mamah yang baik, yang selalu membimbingmu, semoga kau jadi anak yg soleha, taqwa, bakti sama ortu, menjadi orang yang berguna bagi agama, bangsa dan negara…ammiiinnn
Comment by si uwa — July 31, 2008 @ 7:01 am