Melaju dengan Kencang

July 16, 2008

Harus Menulis tentang Apa Saya Hari Ini?

Filed under: Mari Menulis - pamanahrasa @ 5:26 am

Oleh Popon Saadah

Bagi orang yang mempunyai hobby menulis kreatif, ide atau gagasan adalah sesuatu yang sangat berharga dan selalu ditunggu kedatangannya. Dengan munculnya ide di kepalanya dia bisa kembali menyalurkan hobby-nya itu, dan dengan segera asyik bermain-main dengan bahasa tulis. Yang sering menjadi persoalan adalah tidak selamanya ide itu mudah didapat. Bila kebetulan hati dan pikiran kita sedang mood, sang ide bisa begitu mudahnya kita dapatkan. Tapi terkadang sebuah ide tiba-tiba sangat enggan menghampiri kita, yang akhirnya membuat kita kebingungan serta bertanya-tanya, ”Harus menulis tentang apa saya pada hari ini?”
Padahal menurut mendiang sastrawan Mochtar Lubis, sebenarnya bahan tulisan itu sangat berlimpah di sekeliling kita. Bila kita kesulitan mencari ide, itu bisa disebabkan kurangnya kepekaan kita pada lingkungan sekitar, sehingga tidak bisa menangkap ide-ide yang sebenarnya begitu dekat serta berkeliaran di sekeliling kita.
Yang sering membuat bingung para penulis adalah pekerjaan mencari tema yang akan diuraikan dalam tulisannya. Sering seorang penulis merasa khawatir tema yang akan dia kemukakan dalam tulisannya nanti tidak akan menarik dan tidak akan pernah dibaca orang. Padahal menurut saya, menarik tidaknya sebuah tulisan bukan hanya terletak pada temanya, tapi juga pada cara penulis meramu karangannya, apakah dia menggunakan gaya dan bahasa penyampaian yang menarik atau membosankan? apakah karyanya itu komunikatif atau tidak?
Bisa saja tema yang dipilih penulis itu tema yang sepele, tapi karena dia terampil mengolah kalimat-kalimat menjadi untaian bahasa yang indah, maka tulisannya akan menjadi karya yang menarik dan perlu untuk dibaca. Sebaliknya, bila tema yang dia pilih adalah tema yang berat dan mengandung persoalan besar, tidak menutup kemungkinan akan membuat para pembaca berkerut kening dan akhirnya menjadi pusing, bila cara penyampaiannya berbelit-belit karena si penulis tidak paham cara menulis yang baik dan cantik.
Tema yang bisa diangkat menjadi tulisan yang menarik sangat banyak dan bisa jadi sudah terlalu akrab dengan kehidupan kita. Contoh tema untuk dikembangkan menjadi sebuah tulisan, seperti diuraikan di bawah ini.
1. Pengalaman kita sehari-hari, baik yang rutin dialami di rumah, di tempat kerja, atau di sebuah tempat yang baru pertama kali kita kunjungi;
2. Saat-saat istimewa yang dimiliki oleh keluarga atau salah satu anggota keluarga kita. Seperti tentang ulang tahun, tentang persalinan seorang istri, tentang menghadiri pertunjukan kemampuan dan bakat orang terdekat kita di atas panggung, misalnya.
3. Sosok atau figur seseorang yang unik.
4. Pengalaman-pengalaman lucu, baik yang dialami oleh kita sendiri, sahabat kita, maupun orang lain;
5. Peristiwa yang pernah kita saksikan dan begitu berkesan;
6. Pendapat atau opini kita pada sesuatu, misalnya opini tentang naiknya harga BBM, semrawutnya lalu lintas di jalan raya, dan sebagainya;
7. Resensi buku dan film;
8. Bahasan atau paparan mengenai salah satu bidang keahlian kita;
9. Kritik pada karya yang memang perlu dikritik;
10. Fiksi dan puisi;
11. Anekdot dan sketsa;
12. Laporan perjalanan;
13. Perenungan tentang fenomena alam;
14. Keindahan dan keagungan alam yang diciptakan Allah swt;
dan lain sebagainya.
Ide-ide itu harus dicari, harus diburu demi keberlangsungan kegiatan menulis kreatif kita. Bila kita mudah menyerah pada keadaan, hanya menunggu dan menunggu ide yang entah kapan akan menghampiri kita, gagasan-gagasan kreatif kita tak akan pernah terwujud menjadi tulisan yang bermanfaat untuk orang lain.
Ada pula hal yang perlu dihindari. Jangan sekali-kali menulis sesuatu yang tidak kita kuasai dan tidak kita pahami. Tulislah sesuatu hal yang sudah sangat akrab dengan diri kita dan sudah menjadi bagian dari garapan dan keahlian kita, untuk menghindari kekeliruan dan juga menghindari macetnya proses penulisan.
Sebagaimana pisau yang akan terus menjadi benda tajam bila diasah, pikiran kita pun akan terus menghasilkan ide-ide cemerlang bila diasah pula dengan menuliskannya dan mengkomunikasikannya kepada khalayak secara disiplin dan berkesinambungan. Apalagi bila si penulis memiliki wadah untuk menyalurkan kreasinya itu berupa media milik pribadi seperti webblog dan website, kegiatan menulis sudah menjadi tugas dan tanggung jawab rutinnya.
Bila Pramoedya Ananta Toer berprinsip bahwa menulis itu sebagai tugas pribadi dan tugas nasional, barangkali kita pun berprinsip bahwa menulis adalah tanggung jawab kita sebagai insan mulia dan sebagai bagian dari masyarakat literer. Bukankah Islam mengajarkan bahwa kita wajib menyampaikan sesuatu yang kita ketahui (ilmu) kepada orang lain walaupun hanya satu ayat?

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://pamanahrasa.blogsome.com/2008/07/16/144/trackback/

  1. Tulisan Ibu Guru telah menginspirasi saya untuk melanjutkan menulis di blog. Walau dengan keterbatasan ilmu, kepapaan berfikir, dan kefakiran niat. Semoga setiap halaman yang Ibu buat di beberapa blog adalah ladang ilmu bagi saya. Amin

    Comment by gajahkurus — July 17, 2008 @ 7:03 am

  2. Semoga tulisan-tulisanku yang tidak seberapa ini benar adanya memberikan ispirasi untuk para sahabat, walau hanya sebuah tulisan yang “hampa udara” atau kurang bermutu karena masih “cacarakan” (belajar).

    Comment by pamanahrasa — July 17, 2008 @ 8:14 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.