Melaju dengan Kencang

July 31, 2008

Pesan untuk Anakku

Filed under: Ungkapan Perasaan - pamanahrasa @ 4:28 am

Engkau dilahirkan dari rahimku, tapi dirimu bukan aku. Engkau adalah biji mataku, tapi aku tak berhak menguasaimu. Engkau adalah darah dagingku, tapi dirimu bukan aku. Engkau adalah penerusku, tapi aku tak berhak memilikimu.
Engkau adalah wujud manusia baru, berhak penuh pada kebebasanmu. Tapi meskipun begitu, ijinkanlah aku membekalimu dengan potongan-potongan pesanku:
· Melangkahlah selalu di jalan kananmu, anakku;
· Berdirilah di kedua kakimu sendiri;
· Berjalanlah dengan hati dan pikiran sejernih air telaga, anakku;
· Menunduklah bila bertemu sesuatu yang layak kamu hormati;
· Tengadahlah wajah beserta kedua tanganmu hanya pada Allah Yang Maha Memberi; (more…)

July 27, 2008

Inflasi Zimbabwe

Filed under: Info Penting - pamanahrasa @ 10:53 am

Kabar dari Sahabat

Ini bukanlah harga makanan termahal di dunia, bukan juga biaya makan siang Donald Trump ataupun Bill Gates, tapi ini biaya makan yang harus dikeluarkan oleh rakyat Zimbabwe yang merupakan penduduk termiskin di dunia.

Ya, uang pecahan 500 juta dollar Zimbabwe yang baru saja dicetak pada Mei 2008 ini hanya bernilai sekitar 2 dollar amerika atau hanya cukup untuk sekali makan saja.

Zimbabwe saat ini pemegang rekor inflasi terbesar di dunia yaitu 2,200,000 % (2,2 juta persen!), parahnya lagi harga-harga melambung begitu cepat hanya dalam hitungan menit bahkan detik, tak heran jika karyawan toko-toko di Zimbabwe begitu sibuk mengganti label harga jika terjadi perubahan harga.
Pada tanggal 20 Juli 2008 ini bank Zimbabwe juga menerbitkan pecahan uang sebesar 100 Milyar Dollar! yang merupakan rekor pecahan uang dengan nominal terbesar di dunia.
Zimbabwe memang memegang banyak rekor dunia, tapi sayang semua rekor itu tidak ada yang membanggakan karena inflasi besar-besaran, kalau tidak salah tahun ini 2,2juta%. Makanya ekonomi di sana kacau balau.
Kita lihat saja kehidupan mayarakat disana.
Harga barang di pasar Zimbabwe, waw…

(more…)

July 16, 2008

Harus Menulis tentang Apa Saya Hari Ini?

Filed under: Mari Menulis - pamanahrasa @ 5:26 am

Oleh Popon Saadah

Bagi orang yang mempunyai hobby menulis kreatif, ide atau gagasan adalah sesuatu yang sangat berharga dan selalu ditunggu kedatangannya. Dengan munculnya ide di kepalanya dia bisa kembali menyalurkan hobby-nya itu, dan dengan segera asyik bermain-main dengan bahasa tulis. Yang sering menjadi persoalan adalah tidak selamanya ide itu mudah didapat. Bila kebetulan hati dan pikiran kita sedang mood, sang ide bisa begitu mudahnya kita dapatkan. Tapi terkadang sebuah ide tiba-tiba sangat enggan menghampiri kita, yang akhirnya membuat kita kebingungan serta bertanya-tanya, ”Harus menulis tentang apa saya pada hari ini?”
Padahal menurut mendiang sastrawan Mochtar Lubis, sebenarnya bahan tulisan itu sangat berlimpah di sekeliling kita. Bila kita kesulitan mencari ide, itu bisa disebabkan kurangnya kepekaan kita pada lingkungan sekitar, sehingga tidak bisa menangkap ide-ide yang sebenarnya begitu dekat serta berkeliaran di sekeliling kita.
Yang sering membuat bingung para penulis adalah pekerjaan mencari tema yang akan diuraikan dalam tulisannya. Sering seorang penulis merasa khawatir tema yang akan dia kemukakan dalam tulisannya nanti tidak akan menarik dan tidak akan pernah dibaca orang. Padahal menurut saya, menarik tidaknya sebuah tulisan bukan hanya terletak pada temanya, tapi juga pada cara penulis meramu karangannya, apakah dia menggunakan gaya dan bahasa penyampaian yang menarik atau membosankan? apakah karyanya itu komunikatif atau tidak? (more…)

July 7, 2008

Atas Nama Cinta

Filed under: Melirik Tembang - pamanahrasa @ 12:59 am

By: Rossa

Aku wanita yang punya cinta di hati
Dan dirimu dan dirinya dalam hidupku
Mengapa terlambat cintamu telah termiliki
Sedang diriku dengan dia tak begitu cinta

Mengapa yang lain bisa
Mendua dengan mudahnya
Namun kita terbelenggu
Dalam ikatan tanpa cinta

Reff:
Atas nama cinta
Hati ini tak mungkin terbagi
Sampai nanti bila aku mati

Cinta ini hanya untuk engkau
Atas nama cinta
Kurelakan jalanku merana
Asal engkau akhirnya denganku
Kubersumpah atas nama cinta

Mengapa yang lain bisa
Mendua dengan mudahnya
Namun kita terbelenggu
Dalam ikatan tanpa cinta