Kala Kejenuhan Begitu Asyik Memelukku

Ada masanya hati dan pikiranku diliputi rasa bosan. Bosan melakukan kegiatan yang terlalu rutin. Seperti saat ini. Dimulai dari bangun tidur. Ketika sang mimpi bergegas meninggalkanku lalu mataku terbuka, aku masih tetap berada di tempat dan suasana yang sama, melakukan aktifitas yang serupa serta seirama, bertemu dengan orang-orang yang itu-itu juga dari kemarin dan kemarinnya lagi. Berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan yang selalu sewarna. Setiap hari. Rasanya tak ada tantangan, tak ada penyegaran.
Di saat-saat seperti ini muncullah kejenuhan. Semakin lama rasa jenuh itu semakin naik hingga memuncak mencapai ubun-ubunku. Rasa jenuh berputar-putar, bolak-balik antara kepala dan hatiku. Rupanya aku harus segera refreshing, harus cepat melakukan hal yang agak berbeda, keluar dari mesin rutinitas yang sangat membelenggu gerak, langkah dan imajinasi. Tapi… aku harus melakukan apa dan pergi ke mana?
Aku butuh tempat yang memberi banyak inspirasi dan memunculkan gagasan pada pikiranku. Tempat yang bisa membawaku ke kedalaman pemahaman akan hakikat hidup. Daerah dan lingkungan yang berbeda dengan daerah di mana aku menetap sekarang, seperti: laut berombak besar, hutan belantara (leuweung tutupan), atau desa berlembah yang masih terpelihara kehijauannya.
Aku pun butuh teman, teman yang bisa diajak berdiskusi tentang kehidupan, tentang buku, tentang sastra, tentang bagaimana baiknya mengabadikan sebuah kisah nyata, tentang ketidak adilan orang yang berkuasa, tentang ketakberdayaan kaum papa. Teman yang daya khayalnya liar seliar karyanya. Teman yang mau dan mampu membawaku jauh ke suatu tempat di mana kutemukan semua yang serba baru, serba asing, serba unik, serta serba aneh.
Padahal selama ini aku selalu berada di tempat yang nyaman, dengan orang-orang yang sangat mengerti keaadaanku, membantuku sebisa mereka, menghiburku, menuruti segala keinginanku. Tapi entah kenapa, menurutku akhir-akhir ini semua itu terlalu standar, terlalu biasa, dan terlalu monoton.
Bila kehidupan itu diibaratkan abjad, dan hari kemarin adalah A, maka aku sangat berharap hari ini jangan berupa A lagi, tapi harus berubah menjadi huruf B. Esok harinya harus sudah menjelma menjadi C, dan seterusnya. Bila ternyata dari hari ke hari hanya berupa huruf A, maka kejenuhan akan segera menyergapku dan ternyata sekarang tengah asyik masyuk memelukku.
Ingin rasanya aku berlari kencang, seperti menjangan yang bebas merdeka menerobos lebatnya hutan rimba, mengasingkan diri dari keramaian. Jiwaku ingin terbang tinggi seperti elang, dengan suka hati menembus cerahnya lazuardi yang terbentang luas dan tinggi berlapis-lapis, menghindari kepenatan berkegiatan.
Tapi apa daya, semuanya hanya berupa keinginan belaka. Angan-anganku tak ada kelanjutannya, sebab aku bukan menjangan, bukan elang, bukan pula manusia bebas. Aku manusia yang terjebak rutinitas itu. Terikat pola hidup yang terlalu teratur, sangat otomatis, seperti pola berputarnya jarum jam. Bila aku mencoba keluar barang sejenak dari putarannya, semuanya akan menjadi kacau balau.
Sering terbersit dalam benakku, ingin melepaskan diri dari segala yang membatasiku, sebentar saja. Sekedar mengurangi atau membuang kebosanan. Untuk kemudian kembali lagi ke kehidupan normal, ke tengah orang-orang yang menyayangiku, orang-orang yang sudah menjadikanku seperti sekarang ini. Aku sungguh-sungguh merindukan perubahan, perubahan yang menjadikanku menemukan sesuatu yang sudah begitu lama aku idamkan, yaitu ide-ide luar biasa dan liar.
Teman, bantulah aku agar jenuh itu beranjak pergi dan tak sudi memelukku lagi…
PAMANAHRASA
jenuh nya teh…..?? rutinitas memang tidak berada dalam apa yg kita lakukan, tapi pada apa yang hadir dalam pikiran kita….
So… kalau boleh aq ajak…. singgahlah di: http://www.madrasahfalsafah.com/ siapa pun boleh hadir…. untuk perkenalan awal, coba aja baca situsnya……; kalau memungkinkan untuk singgah dan ikutan, coba aja sekali-dua kali..; kalo menemukan hal baru dan pencerahan, ya boleh teruskan, kalo tidak…. say good bye itu lebih baik, untuk menemukan kelokan yang lain…..
met jumlah di madrasah falsafah
“semua orang adalah filsuf”
Comment by g13b50n — April 25, 2008 @ 3:23 pm