Melaju dengan Kencang

April 23, 2008

Perbedaan Gaji Orang Eropa dengan Indonesia

Filed under: Opini Pribadi - pamanahrasa @ 4:47 am

Cerita humor kiriman seorang teman.

Ada dua orang yang sedang berdialog. Satu orang Eropa dan satunya, sudah tentu orang Indonesia. Orang Indonesia bertanya pada orang Eropa, berapa gajimu dan untuk apa saja uang sejumlah itu?”
Orang Eropa menjawab, “Gaji saya 3.000 Euro, 1.000 euro untuk tempat tinggal, 1.000 Euro untuk makan, 500 Euro untuk hiburan.”
“Lalu sisa 500 Euro untuk apa?” tanya orang Indonesia. Orang Eropa menjawab secara ketus, “Oh … itu urusan saya, Anda tidak berhak bertanya!”
Kemudian orang Eropa berbalik bertanya, “Kalau anda bagaimana?”
“Gaji saya Rp. 950 ribu, Rp. 450 ribu untuk tempat tinggal, Rp. 350 ribu untuk makan, Rp. 250 ribu untuk transport, Rp. 200 ribu untuk sekolah anak, Rp. 200 ribu untuk bayar cicilan pinjaman, … Rp100 ribu untuk….”.
Penjelasan orang Indonesia terhenti karena orang Eropa menyetop penjelasan itu dan langsung bertanya.
“Uang itu jumlahnya sudah melampui gaji anda. Sisanya dari mana?” kata orang Eropa itu keheranan.
Kemudian, orang Indonesia itu menjawab dengan enteng,” Begini Mister, tentang uang yang kurang itu urusan saya, anda tidak berhak bertanya-tanya.”

April 21, 2008

Antara Ada dan Tiada

Filed under: Melirik Tembang - pamanahrasa @ 1:13 am

By: Utopia

Setiap ku melihatmu
ku terasa di hati
kau punya sgalanya
yang aku impikan

Jalanan ku tak henti
sajak tentang bayangmu
walau ku tau
kau tak pernah anggap ku ada

Ku tak bisa menggapaimu
tak kan pernah bisa
walau sudah letih aku
tak mungkin lepas lagi

Kau hanya mimpi bagiku
tak untuk jadi nyata
dan sgala rasa buatmu
harus padam dan berakhir

Kau slalu kurasa hadirmu antara ada dan tiada

April 4, 2008

Kala Kejenuhan Begitu Asyik Memelukku

Filed under: Ungkapan Perasaan - pamanahrasa @ 3:54 am

aku batu

Ada masanya hati dan pikiranku diliputi rasa bosan. Bosan melakukan kegiatan yang terlalu rutin. Seperti saat ini. Dimulai dari bangun tidur. Ketika sang mimpi bergegas meninggalkanku lalu mataku terbuka, aku masih tetap berada di tempat dan suasana yang sama, melakukan aktifitas yang serupa serta seirama, bertemu dengan orang-orang yang itu-itu juga dari kemarin dan kemarinnya lagi. Berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan yang selalu sewarna. Setiap hari. Rasanya tak ada tantangan, tak ada penyegaran.
Di saat-saat seperti ini muncullah kejenuhan. Semakin lama rasa jenuh itu semakin naik hingga memuncak mencapai ubun-ubunku. Rasa jenuh berputar-putar, bolak-balik antara kepala dan hatiku. Rupanya aku harus segera refreshing, harus cepat melakukan hal yang agak berbeda, keluar dari mesin rutinitas yang sangat membelenggu gerak, langkah dan imajinasi. Tapi… aku harus melakukan apa dan pergi ke mana?
Aku butuh tempat yang memberi banyak inspirasi dan memunculkan gagasan pada pikiranku. Tempat yang bisa membawaku ke kedalaman pemahaman akan hakikat hidup. Daerah dan lingkungan yang berbeda dengan daerah di mana aku menetap sekarang, seperti: laut berombak besar, hutan belantara (leuweung tutupan), atau desa berlembah yang masih terpelihara kehijauannya. (more…)