Siapa Kita dan Apa Bacaan Kita

Gambar: www.nutrisibalitacerdas.com
Oleh Popon Saadah
Sebagai manusia kita selalu ingin menjadi yang terbaik dalam segala hal, setiap hari. Di hari-hari yang kita lalui ingin selalu ada kemajuan yang kita rasakan, sebab sejatinya hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Seyogyanya pula ilmu yang berada di dalam kepala kita setiap hari bertambah, untuk kemudian diaplikasikan dan diimplementasikan dalam kehidupan kita sebagai seorang insan. Sehingga diharapkan ada keseimbangan antara pengetahuan yang kita miliki dengan sikap kita dalam menjalankan hablumminallah dan hablumminannas. Salah satu usaha ke arah itu adalah dengan banyak membaca.
Berbicara mengenai kegiatan membaca, ada yang perlu kita perbincangkan. Berhubung bacaan yang ada dan berlimpah di hadapan kita sekarang ini sangat beragam dan tidak semuanya pantas dilahap, kita perlu memilah-milah bacaan mana yang mengandung “gizi” dan “nutrisi” untuk otak kita, bacaan mana yang hanya berupa sampah dan bisa meracuni pikiran kita.
Orang yang berpikir tentu akan merasa rugi jika waktunya habis digunakan untuk memelototi bacaan-bacaan murahan yang sarat gosip dan sensasi, yang isinya melulu memberitakan keaiban-keaiban orang lain dengan pemberitaan yang sangat vulgar. Orang yang berpikir haus oleh bacaan-bacaan yang bernuansa humaniora dan human interest.
Saya kira kebiasaan membaca tulisan sampah maupun tulisan bermutu sangat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, hobby, serta karakter seseorang. Bagaimana mungkin seseorang bisa memahami karya-karya Pramudia Ananta Toer, bila dia tak menyukai sastra. Bagaimana mungkin dia akan memahami jagat kebudayaan dunia dewasa ini, bila hobby-nya hanya membaca berita-berita kriminal tanpa henti hingga usianya tua renta.
Dan dari kegiatan membaca pula kita bisa menebak karakter orang-orang di sekitar kita. Bila kita ingin mengetahui sifat seorang teman, tengoklah tulisan jenis apa yang sering dibacanya. Bila Si A senang membaca buku-buku tentang ke-Islaman, bisa dipastikan dia adalah seorang yang nyantri. Bila Si B menyukai buku-buku yang berbau pornografi, kepribadiannya pun tak akan jauh dari hal-hal seputar itu. Bila Si C menyukai buku-buku tentang petualangan tokoh-tokoh dunia, bisa jadi dia seorang petualang sejati. Dan Bila buku yang sering dibuka-buka Si D adalah buku tentang flora dan fauna, dia adalah seorang yang sangat bersahabat dengan alam, dsb, dsb.
Lalu buku dan tulisan jenis apa yang disukai oleh kita? Tentu saja kita mempunyai hak penuh untuk memilihnya, tak ada yang berkewajiban melarang, karena hal ini berkaitan erat dengan masalah selera. Hanya saja kita sangat menyayangkan, bila otak kita yang tak ternilai harganya ini, dipenuhi oleh tulisan-tulisan yang tidak menyehatkan dan dijejali oleh bacaan-bacaan menyesatkan, yang akhirnya membuat pikiran kita menjadi picik, skeptis, dan tidak logis.
PAMANAHRASA