Melaju dengan Kencang

February 25, 2008

Tentang Gajah

Filed under: Ungkapan Perasaan - pamanahrasa @ 7:37 am

gajah sumatra

female 39: ma kasih email2nya
neger i: sama2
female 39: bagus-bagus
female 39: sudah aku posting dua-duanya
neger i: cuman lambat sorry yaaaa
female 39: gpp, gratis kan?
neger i: :)
female 39: yang tentang rokok itu lucu
neger i: sebenarnya nggak lucu,
neger i: karena yang baca serius jadi lucuu
female 39: hahahah iya nih
female 39: tapi…hiburan lah
neger i: yups
female 39: BTW lagi ngapain?
neger i: bengong
neger i: sambil ngantuk
neger i: kamu masih inget nggak kalo suit pake tangan?
female 39: iya, trus knp?
neger i: terus tahu sejarahnya kenapa kelingking (semut) kok bisa menang sama jempol (gajah) ??
female 39: nggak
female 39: emang gimana?
neger i: terus kamu percaya aja kalo semut bisa menang sama gajah???
female 39: ya tergantung lah
female 39: kalo dikeroyok mah gajah sama semut, pasti semut yg menang
female 39: tapi…kalo satu lawan sato ga tau tuh
female 39: atau…kalo semutnya lebih cerdik, binatang apa pun bisa kalah
neger i: satu lawan satu >> tapi kalo dalam suit kok menangan semut???
female 39: iya yah???
female 39: semutnya cerdik kali
neger i: sejarahnya tuh begini (more…)

Apakah Merokok Berbahaya?

Filed under: Opini Pribadi - pamanahrasa @ 6:18 am

udud

Tulisan Kiriman Seorang Teman.

Banyak orang menghawatirkan bahaya rokok dan menakutinya, tapi setelah
diselidiki oleh beberapa pakar dalam bidangnya ternyata rokok itu sama sekali tidak berbahaya. Kemudian para pakar sepakat untuk membuktikannya dengan mengambil dari beberapa hikayat pada zaman dahulu kala, di mana pada waktu itu nenek moyang kitapun telah membuktikannya melalui beberapa percobaan, buktinya seperti cerita di bawah ini, dia tetap sehat walafiat.
Pada zaman dahulu kala, ada tiga orang dokter. Mereka selalu bersama kemana saja mereka pergi. Tapi ketiga-tiganya memiliki kegemaran berlainan.
A. Herry (suka main perempuan);
B. Yohan (suka minum minuman keras);
C. Diyon (suka segala jenis rokok).
Suatu hari ketiga sahabat ini berjalan-jalan tanpa tujuan. Tiba-tiba ketiganya bertemu dengan sebuah ketel/kendi (seperti cerita Aladin). Lalu salah seorang mengambilnya, lalu meng-gosok2kan ketel tersebut. Sejurus kemudian asap keluar dari corong ketel tersebut dan secara perlahan berganti menjadi satu makluk yang menyeramkan yakni sesosok jin yang ganas. Lalu jin tersebut tertawa: “Ha ha ha…” dan berkata, “Akulah Jin Ifrit!”
Karena kamu telah membebaskan aku dari ketel itu maka aku akan tunaikan apa saja permintaan kamu sekalian. (more…)

February 22, 2008

Siapa Kita dan Apa Bacaan Kita

Filed under: Opini Pribadi - pamanahrasa @ 4:09 am

reading
Gambar: www.nutrisibalitacerdas.com

Oleh Popon Saadah

Sebagai manusia kita selalu ingin menjadi yang terbaik dalam segala hal, setiap hari. Di hari-hari yang kita lalui ingin selalu ada kemajuan yang kita rasakan, sebab sejatinya hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Seyogyanya pula ilmu yang berada di dalam kepala kita setiap hari bertambah, untuk kemudian diaplikasikan dan diimplementasikan dalam kehidupan kita sebagai seorang insan. Sehingga diharapkan ada keseimbangan antara pengetahuan yang kita miliki dengan sikap kita dalam menjalankan hablumminallah dan hablumminannas. Salah satu usaha ke arah itu adalah dengan banyak membaca.
Berbicara mengenai kegiatan membaca, ada yang perlu kita perbincangkan. Berhubung bacaan yang ada dan berlimpah di hadapan kita sekarang ini sangat beragam dan tidak semuanya pantas dilahap, kita perlu memilah-milah bacaan mana yang mengandung “gizi” dan “nutrisi” untuk otak kita, bacaan mana yang hanya berupa sampah dan bisa meracuni pikiran kita.
Orang yang berpikir tentu akan merasa rugi jika waktunya habis digunakan untuk memelototi bacaan-bacaan murahan yang sarat gosip dan sensasi, yang isinya melulu memberitakan keaiban-keaiban orang lain dengan pemberitaan yang sangat vulgar. Orang yang berpikir haus oleh bacaan-bacaan yang bernuansa humaniora dan human interest.
Saya kira kebiasaan membaca tulisan sampah maupun tulisan bermutu sangat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, hobby, serta karakter seseorang. Bagaimana mungkin seseorang bisa memahami karya-karya Pramudia Ananta Toer, bila dia tak menyukai sastra. Bagaimana mungkin dia akan memahami jagat kebudayaan dunia dewasa ini, bila hobby-nya hanya membaca berita-berita kriminal tanpa henti hingga usianya tua renta.
Dan dari kegiatan membaca pula kita bisa menebak karakter orang-orang di sekitar kita. Bila kita ingin mengetahui sifat seorang teman, tengoklah tulisan jenis apa yang sering dibacanya. Bila Si A senang membaca buku-buku tentang ke-Islaman, bisa dipastikan dia adalah seorang yang nyantri. Bila Si B menyukai buku-buku yang berbau pornografi, kepribadiannya pun tak akan jauh dari hal-hal seputar itu. Bila Si C menyukai buku-buku tentang petualangan tokoh-tokoh dunia, bisa jadi dia seorang petualang sejati. Dan Bila buku yang sering dibuka-buka Si D adalah buku tentang flora dan fauna, dia adalah seorang yang sangat bersahabat dengan alam, dsb, dsb.
Lalu buku dan tulisan jenis apa yang disukai oleh kita? Tentu saja kita mempunyai hak penuh untuk memilihnya, tak ada yang berkewajiban melarang, karena hal ini berkaitan erat dengan masalah selera. Hanya saja kita sangat menyayangkan, bila otak kita yang tak ternilai harganya ini, dipenuhi oleh tulisan-tulisan yang tidak menyehatkan dan dijejali oleh bacaan-bacaan menyesatkan, yang akhirnya membuat pikiran kita menjadi picik, skeptis, dan tidak logis.

February 17, 2008

Kehadiranmu

Filed under: Melirik Tembang - pamanahrasa @ 12:04 pm

I LOVE YOU

By Vagetoz

Hadirnya dirimu berikan suasana baru
kau mampu tenangkan aku di saat risau dalam hatiku
lembutnya sikapmu meluluhkan hati ini
terbuai aku terlena oleh dirimu oleh dirimu

Reff
Jantungku bergetar saat engkau ada di dekatku
mungkinkah diriku telah jatuh cinta pada dirimu hoo..

Sebisa diriku mencoba untuk melupakanmu
namun ku tak bisa kau pun slalu ada dalam hatiku

Dan biarkan semua mengalir apa adanya
kau pun pahami perasaanku…persaanku

February 14, 2008

Cinta dalam Hati

Filed under: Melirik Tembang - pamanahrasa @ 2:37 am

abdi

a song lyric for someone

By Ungu

Mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa dicintai
tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
dengan hidupmu, dengan hidupmu

Telah lama kupendam perasaan itu
menunggu hatimu menyambut diriku
tak mengapa bagiku mencintaimu pun adalah
bahagia untukku… bahagia untukku

reff:
Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejap saja

February 9, 2008

Hindari Memarahi Anak Dengan Cara Keroyokan

Filed under: Opini Pribadi - pamanahrasa @ 3:44 am

angry
Gambar: parisada-sumsel.org

Oleh Popon Saadah

Memarahi seorang anak yang bersalah atau yang melanggar sebuah aturan boleh-boleh saja. Bahkan bila kesalahan yang diperbuatnya itu relatif berat, marahnya orang tua kepada anak diharuskan, demi perbaikan perilaku si anak itu sendiri.
Yang harus dihindari adalah marah yang tak terkendali, membabi buta, dan tidak proporsional kepada mereka. Harus diingat, bahwa anak adalah mahluk kecil yang umurnya jauh di bawah kita, yang pengalaman hidupnya masih sangat sedikit, dan manusia kemarin sore yang masih sangat butuh bimbingan dari kita sebagai orang tuanya. Oleh Karena itu kita dituntut lebih bijaksana dalam menyikapi segala tindak tanduk keseharian mereka.
Dan marahnya kita pada mereka hendaknya bukan dikarenakan rasa dendam atau rasa benci yang mendalam, tapi harus didasarkan pada rasa kasih dan sayang. Hal ini akan sangat sulit dilakukan bila anak yang kita marahi itu bukan anak kandung, tapi anak orang lain alias murid-murid kita. Padahal justru memarahi anak orang lain akan lebih beresiko, selain harus bijaksana, kita juga harus berhati-hati dalam berucap ketika marah, sebab bila si anak laporan pada orang tuanya lalu orang tuanya salah menafsirkan kemarahan kita itu, tentu akan menimbulkan masalah baru.
Jadi ternyata marah pun ada etikanya, ada rambu-rambunya, bila kita tak ingin terjebak dalam emosi kita sendiri yang tak terkendali. (more…)