Melaju dengan Kencang

September 21, 2007

Pengunjung Warnet

Filed under: Opini Pribadi - pamanahrasa @ 5:14 am

hacker

Saya adalah seorang pengunjung setia sebuah warnet di Cimahi. Dalam satu minggu, saya bisa mengunjunginya setiap hari bila sedang ada yang saya cari di internet. Malah dalam sehari kadang-kadang saya berkunjung sampai dua kali ke warnet itu. Bila berkunjungnya pada malam hari, saya biasa diantar mantan pacar.
Saya sering datang ke warnet itu karena keterbatasan sarana di tempat kerja. Sedangkan rumah saya sampai hari ini belum bisa menjangkau media teknologi informasi tersebut.
Karena seringnya datang ke warnet itu, saya sudah merasa bahwa warnet itu adalah kantor kedua saya setelah sekolah. Di warnet itulah saya “bekerja” dan berinteraksi dengan mahluk-mahluk cyber. Saking seringnya pula duduk berlama-lama di sana, saya jadi hapal pada setiap pengunjung setia warnet itu dan akhirnya bisa kenal dengan mereka, sehingga ketika bertemu lagi di tempat itu bisa saling sapa atau ngobrol dulu sekedar basa-basi. Saya kira keakraban sesama pengunjung warnet itu atas jasa operatornya. Karena operatornya ramah (welcome), bisa menciptakan keakraban para langganan, kami merasa nyaman dan santai.
Sebenarnya yang ingin saya bahas dalam tulisan ini adalah keunikan beberapa pengunjung warnet.
Disamping anak-anak sekolah dan para remaja, warnet ini biasa dikunjungi pula oleh orang-orang dewasa seperti saya ini. Pada merekalah terdapat keunikan itu.

Orang unik kesatu.
Seorang laki-laki. Umurnya kira-kira 40-an. Pertama kali saya melihatnya ketika dia sedang chatting. Saya mengetahui dia sedang chatting karena di atas komputernya dipasang webcam. Awalnya saya tidak merasa aneh, sebab hal seperti itu pernah juga saya lakukan. Yang membuat dia jadi aneh adalah keberaadannya di depan komputer yang berjam-jam dan rutin berturut-turut pada beberapa hari. Dia akan bangkit dari kursinya bila ingin ke belakang dan makan, kemudian dia akan balik lagi ke depan komputer berikut webcam-nya. Saya tahu semua itu dari sang operator. Sebagai orang yang selalu mencari-cari bahan untuk ditulis, saya selalu menjadi orang yang penasaran dengan tingkah laku orang lain. Dan laki-laki itu menurut saya aneh. Apa yang sedang dia inginkan dengan berlama-lama di depan webcam? Siapa sebenarnya dia itu, dari mana asalnya? Apa profesinya? Tapi semuanya tak terjawab karena tak ada yang memberitahu saya tentang dia, termasuk si operator sekali pun. Dan dia keburu menghilang. Saya tak pernah menjumpainya lagi di warnet itu.

Orang unik kedua.
Dari tampangnya saya yakin dia seorang laki-laki. Tapi bila kita perhatikan dan mencoba berbicara dengannya, dalam diri kita akan timbul rasa ragu, dia itu lelaki tulen atau lelaki tidak tulen? Sikapnya lemah gemulai. Bicaranya pun lemah lembut. Sedangkan busana yang dikenakannya adalah busana laki-laki.
Akhirnya saya kenal juga dengan pria tidak tulen ini. Ternyata dia sangat ramah. Selalu tersenyum bila sedang berbicara. Ketika bertemu di jalan pun keramahannya tak berubah.
Rasa penasaran saya tentang dia berkecamuk dalam hati. Pertanyaan saya, bila dia sedang chatting, dia akan mengaku berjenis kelamin apa? Male atau female? Bagaimana perasaannya saat ini, apakah merasa sebagai pria sesuai dengan busana yang dikenakannya, atau merasa dominan sebagai wanita? Terus, apakah dia punya teman intim atau tidak? Bila dia merasa tertarik pada seseorang, apakah tertarik pada pria atau wanita? Sebenarnya bisa saja semua pertanyaan itu terjawab, karena saya mengenal baik orang ini. Tinggal tanyakan saja langsung pada orangnya. Tapi kan bergaul dengan siapa pun tak sesederhana itu, ada seninya. Ada hal-hal yang patut ditanyakan padanya ada yang tidak etis untuk ditanyakan. Kesimpulannya, saya pun tak mendapatkan informasi apa-apa tentang orang ini.

Satu hari saya bertemu dengan orang unik ketiga, tentu saja di warnet itu.
Seorang wanita cantik berumur kira-kira sekitar 18-20-an. Pengunjung baru warnet itu. Dia datang bersama teman sebayanya. Dia duduk tepat di depan saya. Jadi segala tingkah lakunya teramati. Dia sedang chatting dengan seorang Arab menggunakan webcam. Sepertinya dia baru belajar chatting, karena sedikit-sedikit minta bantuan operator, dan sebelum chatting dia sempat lupa password account-nya. Dia meminta operator untuk menterjemahkan perkataan lawan chatting-nya yang menggunakan bahasa Inggris. Dalam menjawab message lawan chatting-nya pun minta bantuan operator, sehingga secara tidak sengaja saya bisa menyimak semua obrolan mereka di cyber. Sungguh mengganggu suasana. Sikapnya tidak sesuai dengan penampilannya yang enak dipandang mata. Usut punya usut, dia itu seorang TKI yang baru pulang dari luar negeri.

Orang unik keempat.
Boleh dibilang kakek-kakek, pria yang satu ini. Mimik dia mengingatkan saya pada seniman betawi yang sudah almarhum, Pak Tile. Orangnya tinggi, kurus kering serta pakaiannya sedikit lusuh. Sambil menatap layar monitor dia sering tertawa sendirian, kadang bertepuk tangan, atau bersenandung. Sering sekali dia berperilaku seperti itu. Saya amat penasaran, memang screen apa yang sedang dia tatap? Situs apa yang sedang dia buka? Girang amat kelihatannya. Dan bila dia bersikap seperti itu di rumahnya sendiri, tentu tak masalah. Tapi di warnet? Bisa-bisa orang-orang akan menganggapnya gila!
Dari semua yang saya uraikan di atas, saya jadi berpikir, jangan-jangan saya juga termasuk orang yang dianggap aneh oleh pengunjung yang lain. Kalau memang betul sikap saya banyak anehnya, tolong beri tahu apa saja keanehan saya ini?

7 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://pamanahrasa.blogsome.com/2007/09/21/pengunjung-warnet/trackback/

  1. Ah banyak keanehan di diri engkau, cuma anehnya, karena engkau ini pengarang, jadi setiap ketemu chatter mau nya di jadikan bahan ceritaaa aja, seperti, ada chatter yg kopdarnya datang ke sekolah di buat cerita….ada penjaga warnet yang ada hati ke engkau di buat cerita…ada orang asing yg seneng engkau padahal tidak tahu siapa2 nya di buat novel…ha ha ha…itulah keanehan dikau…yang mungkin memang di sengaja yah chatting itu untuk mencari inspirasi….yah teruskan aja lah semoga success jadi pengarang yang moyan…..

    Comment by ini saya — September 21, 2007 @ 10:17 am

  2. Masa sih? jadi aku ini orang aneh juga ya? Dan keanehanku lebih banyak dari orang lain ternyata :) Busyeeetttt…..

    Comment by pamanahrasa — September 24, 2007 @ 6:30 am

  3. Saya orang unik ke berapa ya…?
    Atau orang antik kaleeeee…..

    Comment by Xtrada — November 14, 2007 @ 8:39 am

  4. Engkau bukan orang aneh, tapi manusia unik plus antik yang pernah saya kenal. Engkau adalah sumber inspirasiku. Bila berkesempatan bertemu denganmu, imajinasiku seakan-akan tak ada habis-habisnya berkelana dalam dunia imajiner. Penaku seperti tak ingin berhenti menulis, keyboard komputerku seperti tak menginginkan jeda bercerita. Tapi karena sudah lama kita tak bersua….daya khayalku melemah, seperti sinar lampu yang meredup…

    Comment by pamanahrasa — November 15, 2007 @ 1:23 am

  5. saya lah orang aneh itu yang pertama

    Comment by ada aja — November 23, 2007 @ 1:11 pm

  6. saya orang unik I, mudah mudahan dengan merasa aneh pada orang ada dorongan untuk mempelajari dan mengenali karakter orang, sehingga kita dapat mampu berempati dan akhirnya tidak menjadi aneh lagi saat kita melihatnya, karena tidak ada yang aneh di dunia ini selain kata aneh yang dibuat oleh diri kita sendiri, hatur nuhun Teh atas pengamatannya, mung asa teu sinkron antawis judul sareng eusi, margi judul na mah unik, sedangkan eusina aneh, sakantenan we bilih sim kuring salah naha terminologi aneh sareng unik mengandung makna nu sami? hatur nuhun…..

    Comment by ada aja — November 23, 2007 @ 1:20 pm

  7. Maaf, saya hanya akan menjawab setiap pertanyaan dari orang yang jelas identitasnya, biar tidak terjadi kesalahpahaman dan keisengan dari para pengunjung blog ini. Bagaimana pun saya ingin menjalin persahabatan dengan serius, bukan main-main.

    Comment by pamanahrasa — November 24, 2007 @ 5:45 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.