Mutiara Qur’an
Saya adalah seorang pengunjung setia sebuah warnet di Cimahi. Dalam satu minggu, saya bisa mengunjunginya setiap hari bila sedang ada yang saya cari di internet. Malah dalam sehari kadang-kadang saya berkunjung sampai dua kali ke warnet itu. Bila berkunjungnya pada malam hari, saya biasa diantar mantan pacar.
Saya sering datang ke warnet itu karena keterbatasan sarana di tempat kerja. Sedangkan rumah saya sampai hari ini belum bisa menjangkau media teknologi informasi tersebut.
Karena seringnya datang ke warnet itu, saya sudah merasa bahwa warnet itu adalah kantor kedua saya setelah sekolah. Di warnet itulah saya “bekerja” dan berinteraksi dengan mahluk-mahluk cyber. Saking seringnya pula duduk berlama-lama di sana, saya jadi hapal pada setiap pengunjung setia warnet itu dan akhirnya bisa kenal dengan mereka, sehingga ketika bertemu lagi di tempat itu bisa saling sapa atau ngobrol dulu sekedar basa-basi. Saya kira keakraban sesama pengunjung warnet itu atas jasa operatornya. Karena operatornya ramah (welcome), bisa menciptakan keakraban para langganan, kami merasa nyaman dan santai.
Sebenarnya yang ingin saya bahas dalam tulisan ini adalah keunikan beberapa pengunjung warnet.
Disamping anak-anak sekolah dan para remaja, warnet ini biasa dikunjungi pula oleh orang-orang dewasa seperti saya ini. Pada merekalah terdapat keunikan itu. (more…)
Artikel kiriman teman
Sewaktu pesta barbeque, seorang teman terjatuh. Dia meyakinkan semua orang yang datang kalau dia tidak apa-apa dan katanya hanya tersandung batu bata karena sepatu barunya, (padahal mereka menawarkan memanggil paramedik).
Mereka membantunya membersihkan diri dan mengambilkan piring makanan baru. Meskipun terlihat sedikit terguncang, Ingrid meneruskan menikmati sore itu.
Malamnya, suami Ingrid menelpon memberitahukan semua orang bahwa istrinya telah dibawa ke rumah sakit. Pukul 6 sore besoknya, Ingrid meninggal.
Dia mendapat serangan stroke pada pesta barbeque. Kalau saja mereka tahu bagaimana mengenali tanda-tanda stroke mungkin Ingrid masih bersama kita hari ini. (more…)

Sudah waktunya aku memperkenalkan luasnya dunia padamu. Bahwa dunia ciptaan Allah ini dapat kamu jelajahi sejauh yang kamu mau. Pergilah dengan bekal nasehatku dan akal sehatmu. Belajarlah dari hamparan bumi, terbentangnya langit, dan agungnya malam. Belajarlah dari gemuruh ombak, gemericik aliran sungai, dan warna pelangi. Pikirkanlah tentang gemerlapnya bintang, hembusan angin, sampai kepada goresan-goresan kalam para ahli hikmah.
Aku ingin menjadi seorang ibu yang moderat, memberikan banyak pilihan hidup untukmu dan tak mengikat. Baik dan buruk itu sudah jelas warna dan batasnya. Hadapi semuanya dengan bijak. Selama persoalan hidupmu bisa kamu atasi sendiri, jangan pernah datang padaku untuk meminta pertolongan. Selama aku tak pernah berhenti berdo’a untukmu, jangan ragu, sebab ridho Allah bersama ridho kedua orang tuamu.