Waktu Luang
Oleh Popon Saadah
Seorang teman pernah bertanya, “Apa yang membuatmu termotivasi untuk menulis sebuah novel?” Untuk menjawab pertanyaan itu saya berpikir sejenak. Sebenarnya banyak sekali faktor yang mendorong terlaksananya kegiatan saya itu. Tapi saya ingin menyebutkan salah satunya saja, yaitu karena saya punya banyak waktu untuk mengerjakannya. Mengenai waktu luang saya, saya deskripsikan seperti di bawah ini.

Sejak keempat anak saya bisa melakukan segala hal sendiri, tak membutuhkan lagi bantuan ibunya, saya jadi terbebas dari kesibukan rutin, mengurus anak-anak yang sangat menyita waktu itu. Apalagi setelah Si Sulung beranjak dewasa dan anak nomor tiga memasuki masa remaja, pekerjaan rumah yang biasa saya kerjakan sendiri sudah diambil alih oleh mereka.
Jam kerja saya di sekolah hanya sampai jan 12.40 pada hari Senin. Hari-hari selanjutnya malah saya bisa pulang ke rumah lebih awal, karena jadwal mengajar saya hanya empat jam pelajaran pada hari Selasa, Rabu, dan Jumat. (Hari Kamis saya free, jadi bisa bebas tiduran di rumah seharian:))
Selesai mengajar, waktu luang saya masih panjang. Kesempatan ini saya gunakan untuk menyalurkan hobby, seperti membaca, browsing di internet, ngeblog, membalas e-mail, atau bahkan chatting. Semua kegiatan yang dilakukan di luar rumah ini biasanya menghabiskan waktu 2-3 jam perhari.
Sampai di rumah pun masih banyak tersisa waktu, karena keadaan rumah sudah rapi, nasi sudah tersedia, baju-baju yang baru saja selesai disetrika sudah tersusun rapi di kamar saya, semua itu dikerjakan oleh Si Sulung tentunya.
Tugas saya pada siang hari menuju sore hanya menyediakan lauk pauk untuk makan siang dan makan malam. Untuk lebih praktisnya saya membeli makanan siap saji yang enak dan murah, dari pada harus repot-repot masak sendiri yang terkadang biayanya lebih mahal dari pada membeli masakan yang sudah jadi. Kecuali pada hari libur, saya wajib masak! Soalnya rumah saya jauh dari warung nasi:). Untungnya sampai hari ini suami setuju-setuju saja pada gaya hidup saya seperti ini. Barangkali dia berpikir, terserahlah bagaimana baiknya, asal…bila dia membutuhkan saya, saya harus siap melayaninya dengan sepenuh jiwa dan raga.
Tengah malam pun saya masih mempunyai waktu luang. Setelah terbangun dari tidur nyenyak dari jam 19.00-24.00 saya merasa segar dan bergairah untuk menulis. Selesai sembahyang Isya pada sekitar tengah malam itu, saya bersiap-siap untuk menuliskan gagasan dan khayalan yang tak jarang berdesakan di kepala, dengan bantuan komputer. Biasanya saya menghentikan kegiatan ini tepat pada jam 4.00 dini hari, karena harus segera mempersiapkan keperluan keluarga sebelum berangkat ke sekolah dan ke tempat kerja. Tapi kadang-kadang, kegiatan malam saya itu tidak terlalu rutin, sebab suka ada acara keluarga dan acara privacy yang mendadak.
Boleh saja saya bersuka ria dengan waktu luang ini. Tetapi saya tak boleh terlena, karena kadang-kadang waktu luang itu menjerumuskan kita. Menjerumuskan, bila kita mengisinya dengan hal-hal yang sia-sia, apalagi yang merugikan diri kita sendiri.
Menurut orang bijak, idealnya waktu luang itu digunakan untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, misalnya digunakan untuk selalu mengingat Allah, beribadah, ber-amar ma’ruf nahyi munkar, atau berlomba-lomba dalam kebaikan.
Saya sebagai muslim, rasanya belum sampai kepada yang diharapkan oleh orang-orang bijak dan para ahli hikmah itu. Saya masih tergiur oleh hal-hal yang hanya bersifat keduniawian semata. Masih sering lalai dalam menjalani hidup ini. Padahal saya sangat menyadari, bahwa waktu itu ibarat anak panah yang dilepaskan dari busurnya, melesat secepat kilat menuju sebuah sasaran, yaitu kematian. Waktu yang kita punya di alam dunia ini tanpa kita sadari akan segera habis masa aktifnya.
Untuk menghindari waktu luang yang menjerumuskan, saya sangat mengharapkan bantuan teman dan sahabat untuk saling mengingatkan, bahwa sesungguhnya kita semua sedang diintai Sang Maut. Dan bahwa kita sekarang sedang mengantri menunggu dipanggil untuk memasuki gerbang alam barzah. Dan tolong saya diingatkan juga, bahwa hari kiamat itu sudah dekat.
PAMANAHRASA
Untuk si sulung dan anak ketiga, uwa salut pada kalian, semoga jadi wanita2 yg soleha, success dlm segala bidang. Dan semoga Allah membalas kebaikan2 kalian dlm membantu mamahnya. Untuk mamahnya. salut juga telah menciptakan sebuah karya pertama sebuah novel, semoga success. Dan janganlah terlalu lerlena berkecimpung di cyber, kadang2 bisa kecebur dalam dunia hayal yg menjengkelkan, dan bisa jadi addict yg susah untuk dihilangkan. Untuk mendekatkan ke Yang Maha Kuasa, coba buka blog niskalawastukanca, disitu ada artikel yg berjudul zikir untuk seminggu, coba dawamkan. good luck dear……….
Comment by uwa — August 24, 2007 @ 10:21 am
ma kasih comment-nya Uwa, dan ma kasih juga atas semua do’a dan perhatian yang Uwa berikan pada saya dan anak-anak, ma kasih juga telah sering mengingatkan saya untuk tidak terhipnotis oleh alam maya. Semoga semua kebaikan Uwa ini mendapat pahala yang besar dari Allah SWT, amin!
Comment by Anonymous — August 27, 2007 @ 12:51 am