Melaju dengan Kencang

July 31, 2007

Aku Bukan Pilihan Hatimu

Filed under: Melirik Tembang - pamanahrasa @ 8:01 am

ungu band

By Ungu

Jika memang diriku bukanlah menjadi pilihan hatimu
Mungkin sudah takdirnya kau dan aku tak kan mesti bersatu

Harus selalu kau tahu ku mencintaimu sepanjang waktuku
Harus selalu kau tahu semua abadi untuk selamanya

Karena ku yakin cinta dalam hatiku hanya milikmu sampai akhir hidupku
Karena ku yakin di setiap hembus nafasku hanya dirimu satu yang selalu ku rindu
Ooo….

July 30, 2007

Sejauh Mungkin

Filed under: Melirik Tembang - pamanahrasa @ 3:10 am

Pasha

By Ungu

Lelah hati yang tak kau lihat
andai saja
dapat kau rasakan matinya
jiwaku karena sifatmu

Indah cinta yang kau berikan
kini tiada lagi kudapatkan
teduhnya jiwa


Baiknya ku pergi tinggalkan dirimu
sejauh mungkin untuk melupakan

ooo(more…)

July 23, 2007

Utusan Kematian

Filed under: Sejenak Merenung - pamanahrasa @ 7:21 am

kematian

Oleh Syamsul Rizal

Dikisahkan dalam Kitab “Irsyadul ‘bad lil Isti’dad li Yaumil Ma’ad” karya Abdul Azis Muhammad Salman, suatu ketika Nabi Ya’qub memohon pada malaikat maut tentang satu hal,” Aku memohon agar berkenan memberitahu kalau ajalku sudah dekat.”
“Baiklah, jika ajalmu dekat, aku akan mengutus dua atau tiga utusan,” jawab malaikat maut.
Setelah beberapa waktu, malaikat maut mendatanginya. Ya’qub terperanjat.
Dengan nada gugup Nabi Ya’qub berkata, “Engkau datang hanya untuk mengunjungiku atau engkau akan mencabut ruhku?” Malaikat menjawab, “Aku datang kali ini untuk mangunjungimu sakaligus untuk mencabut ruhmu.”
Nabi Ya’qub protes. “Bukankah kau telah berjanji, ketika ajalku dekat kau akan mengutus dua atau tiga utusan?” Tanya Ya’qub.
“Apakah kau tak sadar, aku telah mengutus padamu tiga perkara, dan engkau merasakan dan melihat dengan mata kepalamu sendiri akan perubahan yang terjadi pada dirimu? Bukankah rambutmu sebelumnya berwarna hitam, kemudian setelah itu menjadi berubah? Bukankah sebelumnya badanmu kuat dan kokoh, hingga akhirnya sekarang menjadi lemah dan loyo? Bukankah sebelumnya tulang tubuhmu lurus, kemudian berubah bungkuk?” jawab malaikat.
Nabi Ya’qub lalu menyadari hal itu.
Malaikat maut kembali bertutur, “Ketahuilah, mereka adalah utusanku pada setiap anak Adam sebelum ajal menjemput.”

Dari Majalah Islam Sabili, edisi 26 Juli 2007.

July 12, 2007

Aku

Filed under: Cerita Pendek - pamanahrasa @ 1:08 am

takut
Gambar: id.wikipedia.org

Karya Yanusa Nugroho

“Nama?”
“Ahmad..”
“Pekerjaan?”
“Kan, ada di situ?”
“Saya tanya sama kamu, bukan mau membaca yang tertulis di sini..”
“Hmm.. saya penjual buah..”
“Tapi di sini ditulis ‘pedagang’.”
“Lantas apa bedanya? Saya penjual buah di Blok A..”
“Beda. Penjual buah, itu tertentu. Pedagang, .. bisa dagang apa saja.. ya, kan?
“Pak.. saya mau kulak buah ke Kramat Jati.. Tolonglah, nanti saya bisa kehabisan..”
“Yang menentukan bukan kamu. Status perkawinan?”
“Kawin.”
“Punya anak?”
“Punya.”
“Berapa?”
“Hmmm.. 5.”
“Umur?”
“Saya lahir tahun 70, Pak.. kira-kira saya umur berapa?”
“Saya tidak tanya itu. Umur?”
“Tiga puluh tiga tahun..”
“Kok, sudah punya anak lima?”
“…..”
“Kok, diam? Jawab, dong..”
“Apa urusannya, Pak?”
“Kamu tidak perlu tahu. Cepat jawab dan urusanmu selesai.”
“…….” (more…)