Melaju dengan Kencang

February 5, 2007

Banjir Jakarta

Filed under: Opini Pribadi - pamanahrasa @ 1:09 am

banjir lagi
Gambar: hasil download dari Google

Oleh Popon Saadah

Awal tahun 2007 kota metropolitan yang juga merupakan pusat pemerintahan RI diterjang air bah paling parah. Peristiwa ini bukan semata-mata fenomena alam, tidak terjadi secara tiba-tiba dan tanpa sebab, tapi sangat bisa dipastikan akibat kesalahan perilaku masyarakatnya.
Jika kita mau merenung dan berpikir sejenak, bencana ini adalah jawaban dari pertanyaan, “Apa akibatnya bila manusia tidak bersahabat dengan alam dan lingkungannya?” Ungkapan “tidak bersahabat” dalam hal ini maknanya sangat luas, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan, mendirikan bangunan di atas tanah serapan air hujan, tata kota yang amburadul karena tak memakai strategi pengembangan kota yang benar, sampai kepada tindakan Illegal loging. Semua tindakan manusia yang disengaja itu sudah pasti berorientasi pada keuntungan material semata. Dan berapa pun keuntungan yang sudah mereka dapatkan, sangat tidak sebanding dengan kerugian dan penderitaan yang dialami warga Jakarta akibat banjir tahun ini. Kerugian dan penderitaan yang merata dirasakan oleh penduduk, baik yang punya andil dalam pengrusakan lingkungan maupun yang “tak punya dosa” pada alam.
Tapi semuanya sudah dan sedang terjadi. Malah Gubernur Sutiyoso merasa sudah biasa menghadapi peristiwa ini. Beliau mengatakan bahwa banjir seperti ini adalah banjir yang selalu berlangsung lima tahun sekali. Anehnya, jika memang beliau sudah memprediksi demikian, kenapa sebelumnya tidak segera mengadakan tindakan antisipasi? Paling tidak memperingatkan warga untuk bersiap-siap menghadapi semua ini dan mengajak semuanya untuk selalu waspada. Selain itu, pemerintah bisa segera mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan pertolongan kepada para korban. Persiapan itu bisa berupa penyediaan perahu karet, obat-obatan, area untuk menampung para pengungsi, kebutuhan primer dan perlengkapan hidup sehari-hari, logistik, dsb.
Jika Bapak Gubernur sudah merasa biasa dengan kejadian ini, kenapa tidak memikirkan solusinya pada jauh-jauh hari, sehingga segala peristiwa yang tidak diharapkan bisa dielakkan? Bisa saja Bapak Sutiyoso berkilah bahwa beliau terlalu sibuk dengan segala macam program, terlalu banyak pekerjaan rumah yang harus digarap. Tapi kan Bapak Gubernur punya wakil, punya asisten, punya banyak bawahan yang selalu setia menunggu perintah atasan. Bapak juga punya rekan kerja yaitu yang terhormat para anggota dewan. Libatkan saja semuanya untuk menghadang bencana ini. Ke mana saja mereka selama ini? Dan apa saja yang sedang mereka kerjakan saat ini? Atas nama rakyat yang mana dan rakyat yang di mana kalian berjuang?
Beberapa media massa melansir lambannya bantuan, baik dari pemerintah setempat maupun dari pemerintah pusat. Bantuan evakuasi warga yang terjebak banjir, bantuan logistik, bantuan perlengkapan penyelamatan lainnya, sangat minim dan lamban. Sudahlah, pemerintah tak usah berdalih dan membatah berita itu demi membela diri. Semua ini bukan bualan, tapi kenyataan yang tak bisa dibantah karena fakta terbentang di depan mata.
Terlepas dari semua itu, banyak sudah hikmah yang bisa diambil dari peristiwa ini. Selain menyisakan kegetiran dan kerugian materi miliaran rupiah, bencana ini juga memberikan pelajaran untuk yang mau belajar. Bahwa bila diperlakukan dengan tidak adil, alam pun akan melawan. Bahwa kearifan lokal yang dimiliki setiap individulah yang akan meredam bencana yang disebabkan semata-mata oleh kebodohan manusianya.

4 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://pamanahrasa.blogsome.com/2007/02/05/banjir-jakarta/trackback/

  1. Sayangnya, stakeholders Jakarta itu nggak pernah pada mau belajar.

    Comment by Kang Kombor — February 9, 2007 @ 1:19 pm

  2. Terima kasih atas komentarnya. Jangan bosan mampir ke blog saya :)

    Comment by pamanahrasa — February 10, 2007 @ 8:46 am

  3. Good on you dear………….I hope that mr sutiyoso read this article, and learn from this what ibu guru write. weak up man!!!, dont think only for yourself. You have big responsibility in front of Allah, fear Allah man!!!!

    Comment by uwa — February 22, 2007 @ 7:28 am

  4. Hatur nuhun Uwa Haji kana komentarna. I…Miss…U…:D

    Comment by pamanahrasa — February 22, 2007 @ 8:17 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.