
Gambar: hasil download dari Google
Oleh Popon Saadah
Awal tahun 2007 kota metropolitan yang juga merupakan pusat pemerintahan RI diterjang air bah paling parah. Peristiwa ini bukan semata-mata fenomena alam, tidak terjadi secara tiba-tiba dan tanpa sebab, tapi sangat bisa dipastikan akibat kesalahan perilaku masyarakatnya.
Jika kita mau merenung dan berpikir sejenak, bencana ini adalah jawaban dari pertanyaan, “Apa akibatnya bila manusia tidak bersahabat dengan alam dan lingkungannya?” Ungkapan “tidak bersahabat” dalam hal ini maknanya sangat luas, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan, mendirikan bangunan di atas tanah serapan air hujan, tata kota yang amburadul karena tak memakai strategi pengembangan kota yang benar, sampai kepada tindakan Illegal loging. Semua tindakan manusia yang disengaja itu sudah pasti berorientasi pada keuntungan material semata. Dan berapa pun keuntungan yang sudah mereka dapatkan, sangat tidak sebanding dengan kerugian dan penderitaan yang dialami warga Jakarta akibat banjir tahun ini. Kerugian dan penderitaan yang merata dirasakan oleh penduduk, baik yang punya andil dalam pengrusakan lingkungan maupun yang “tak punya dosa” pada alam. (more…)