Selamat Tahun Baru
(Dalam rangka memperingati Hari Ibu)
Oleh Popon Saadah
Akhir-akhir ini isu tentang kesetaraan dan keadilan gender mencuat kembali ke permukaan. Berbagai jenis media massa turut meramaikan isu tersebut. Bahwa terjadinya diskriminasi terhadap perempuan dalam segala segi kehidupannya dari dulu hingga saat ini, sangat merisaukan para pengusung isu yang berkaitan dengan permasalahan perempuan, terutama organisasi-organisasi pembela perempuan.
Bila peristiwa tindak kekerasan terhadap perempuan sebagai dasar dalam memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender, semua orang baik laki-laki maupun perempuan pasti sangat mendukung perjuangan mulia tersebut. Tapi bila tujuannya semata-mata untuk memberdayakan perempuan agar menyamai laki-laki dalam segala lini kehidupan, saya kira perlu pemikiran yang lebih bijak dan jernih dari kita semua untuk menyikapi hal itu. (more…)

By: Naff
Ketika semuanya harus berakhir
Ketika Peluhku tak lagi berarti
Kau memilih tuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya
Telah kuberikan yang mampu kuberi
Namun tak jua puaskan hatimu
Kau memilih tuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya
Aku tak kan pernah jadi sempurna seperti yang kau pinta
Aku tak kan bisa meski tlah kucoba

Oleh Popon Saadah
Di penghujung tahun 2006, di negeri ini terjadi 2 peristiwa yang cukup menggemparkan rakyat dan ummat, peristiwa yang pelaku utamanya adalah para public figure, tokoh masyarakat, yang seharusnya memberi teladan menuju pencerahan kepada segenap lapisan. Dua peristiwa yang selintas berbeda, tapi pada intinya adalah sama, sama-sama berkaitan erat dengan masalah perempuan. Ribuan opini mencuat ke permukaan, forum-forum resmi maupun tidak resmi mencoba berusaha memecahkan permasalahan. Pro dan kontra pun bermunculan.
Sampai tulisan ini dibuat, masyarakat dan pemerintah belum juga tuntas membicarakannya, malah kedua isu tersebut semakin hangat diperbincangkan baik di ruang-ruang pribadi maupun di media massa. Penulis jadi tertarik untuk ikut berbicara, paling tidak “berbicara” melalui jurnal online milik sendiri. Barangkali ada manfaatnya.
Aa Gym dan Poligami
Aa Gym mengatakan bahwa poligami itu bukan sebuah kesalahan dan dibolehkan dalam Islam. Apalagi keputusan bulatnya untuk menikah lagi disetujui oleh istri pertamanya. Memang tidak salah bila yang melaksanakannya bukan beliau, bila yang berpoligami itu bukan tokoh panutan yang diidolakan, bila yang menikah lagi tersebut bukan pelopor Manajemen Qolbu dan pembuat lagu religius “Jagalah Hati”.
Sebagai sosok yang sudah terlanjur menerjunkan dirinya menegakkan agama Allah, seharusnya Aa menerima segala konsekwensi seorang pendakwah dengan ikhlas. Di antara sekian banyak konsekwensi tersebut adalah menata perilakunya sedemikian rupa, sehingga terhindar dari berbagai fitnah dan gunjingan. Karena berdakwah adalah pekerjaan (profesi) yang dipilihnya, mestinya orang sekaliber beliau mampu melaksanakan konsekwensi yang satu itu sebagaimana figur ulama-ulama besar terdahulu. (more…)