Melaju dengan Kencang

August 27, 2008

Selamat Datang Ramadhan

Filed under: Ucapan Selamat - pamanahrasa @ 12:37 am

Lihat Kartu Ucapan Lainnya

August 23, 2008

Analogi yang Mengagumkan

Filed under: Sejenak Merenung - pamanahrasa @ 12:47 pm

Kabar dari Sahabat

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut merapikan brewoknya.
Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih ke soal Tuhan.
Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada.”
“Kenapa kamu berkata begitu ?” timpal si konsumen.
“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan…. untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, tak adakah yang sakit? Tak adakah anak terlantar? Jika Tuhan ada, tidak akan ada orang sakit ataupun orang kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat. Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar mlungker-mlungker istilah jawa-nya”, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,” Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR!”
Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ?Saya di sini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukur rambutmu!”
“Tidak!” elak si konsumen. “Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana,” si konsumen menambahkan.
“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur. “Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang kepada saya”, jawab si tukang cukur membela diri.
“Cocok!” Kata si konsumen menyetujui. “Itulah point utama-nya. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA! Tapi apa yang terjadi… orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARINYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”
Si tukang cukur terbengong.

August 21, 2008

Untukmu Selamanya

Filed under: Melirik Tembang - pamanahrasa @ 12:13 pm

By: Ungu

Tak pernah aku mengerti
apa yang kini kurasakan
kegelisahan hatiku saat ini

Ku masih merindukanmu
walaupun kini kutelah bersamanya
tak pernah kucoba lupakanmu

Sungguh tak bisa
kumengganti dirimu dengan dirinya
sungguh tak sanggup aku berpaling darimu
Sungguh tak bisa
kumencintainya tuk melupakanmu
sungguh tak sanggup aku berpindah dari hatimu

August 8, 2008

Promosi

Filed under: Uncategorized - pamanahrasa @ 7:02 am


KomenKu.com - Komen dari Aku untuk Kamu
Visit Komenku.com - Komen dari Aku untuk Kamu - Indonesia Comment Graphic Blog untuk teman-teman kamu!

August 5, 2008

My CD

Filed under: Mari Menulis - pamanahrasa @ 12:02 am

My CD

July 31, 2008

Pesan untuk Anakku

Filed under: Ungkapan Perasaan - pamanahrasa @ 4:28 am

Engkau dilahirkan dari rahimku, tapi dirimu bukan aku. Engkau adalah biji mataku, tapi aku tak berhak menguasaimu. Engkau adalah darah dagingku, tapi dirimu bukan aku. Engkau adalah penerusku, tapi aku tak berhak memilikimu.
Engkau adalah wujud manusia baru, berhak penuh pada kebebasanmu. Tapi meskipun begitu, ijinkanlah aku membekalimu dengan potongan-potongan pesanku:
· Melangkahlah selalu di jalan kananmu, anakku;
· Berdirilah di kedua kakimu sendiri;
· Berjalanlah dengan hati dan pikiran sejernih air telaga, anakku;
· Menunduklah bila bertemu sesuatu yang layak kamu hormati;
· Tengadahlah wajah beserta kedua tanganmu hanya pada Allah Yang Maha Memberi; (more…)

July 27, 2008

Inflasi Zimbabwe

Filed under: Info Penting - pamanahrasa @ 10:53 am

Kabar dari Sahabat

Ini bukanlah harga makanan termahal di dunia, bukan juga biaya makan siang Donald Trump ataupun Bill Gates, tapi ini biaya makan yang harus dikeluarkan oleh rakyat Zimbabwe yang merupakan penduduk termiskin di dunia.

Ya, uang pecahan 500 juta dollar Zimbabwe yang baru saja dicetak pada Mei 2008 ini hanya bernilai sekitar 2 dollar amerika atau hanya cukup untuk sekali makan saja.

Zimbabwe saat ini pemegang rekor inflasi terbesar di dunia yaitu 2,200,000 % (2,2 juta persen!), parahnya lagi harga-harga melambung begitu cepat hanya dalam hitungan menit bahkan detik, tak heran jika karyawan toko-toko di Zimbabwe begitu sibuk mengganti label harga jika terjadi perubahan harga.
Pada tanggal 20 Juli 2008 ini bank Zimbabwe juga menerbitkan pecahan uang sebesar 100 Milyar Dollar! yang merupakan rekor pecahan uang dengan nominal terbesar di dunia.
Zimbabwe memang memegang banyak rekor dunia, tapi sayang semua rekor itu tidak ada yang membanggakan karena inflasi besar-besaran, kalau tidak salah tahun ini 2,2juta%. Makanya ekonomi di sana kacau balau.
Kita lihat saja kehidupan mayarakat disana.
Harga barang di pasar Zimbabwe, waw…

(more…)

July 16, 2008

Harus Menulis tentang Apa Saya Hari Ini?

Filed under: Mari Menulis - pamanahrasa @ 5:26 am

Oleh Popon Saadah

Bagi orang yang mempunyai hobby menulis kreatif, ide atau gagasan adalah sesuatu yang sangat berharga dan selalu ditunggu kedatangannya. Dengan munculnya ide di kepalanya dia bisa kembali menyalurkan hobby-nya itu, dan dengan segera asyik bermain-main dengan bahasa tulis. Yang sering menjadi persoalan adalah tidak selamanya ide itu mudah didapat. Bila kebetulan hati dan pikiran kita sedang mood, sang ide bisa begitu mudahnya kita dapatkan. Tapi terkadang sebuah ide tiba-tiba sangat enggan menghampiri kita, yang akhirnya membuat kita kebingungan serta bertanya-tanya, ”Harus menulis tentang apa saya pada hari ini?”
Padahal menurut mendiang sastrawan Mochtar Lubis, sebenarnya bahan tulisan itu sangat berlimpah di sekeliling kita. Bila kita kesulitan mencari ide, itu bisa disebabkan kurangnya kepekaan kita pada lingkungan sekitar, sehingga tidak bisa menangkap ide-ide yang sebenarnya begitu dekat serta berkeliaran di sekeliling kita.
Yang sering membuat bingung para penulis adalah pekerjaan mencari tema yang akan diuraikan dalam tulisannya. Sering seorang penulis merasa khawatir tema yang akan dia kemukakan dalam tulisannya nanti tidak akan menarik dan tidak akan pernah dibaca orang. Padahal menurut saya, menarik tidaknya sebuah tulisan bukan hanya terletak pada temanya, tapi juga pada cara penulis meramu karangannya, apakah dia menggunakan gaya dan bahasa penyampaian yang menarik atau membosankan? apakah karyanya itu komunikatif atau tidak? (more…)

July 7, 2008

Atas Nama Cinta

Filed under: Melirik Tembang - pamanahrasa @ 12:59 am

By: Rossa

Aku wanita yang punya cinta di hati
Dan dirimu dan dirinya dalam hidupku
Mengapa terlambat cintamu telah termiliki
Sedang diriku dengan dia tak begitu cinta

Mengapa yang lain bisa
Mendua dengan mudahnya
Namun kita terbelenggu
Dalam ikatan tanpa cinta

Reff:
Atas nama cinta
Hati ini tak mungkin terbagi
Sampai nanti bila aku mati

Cinta ini hanya untuk engkau
Atas nama cinta
Kurelakan jalanku merana
Asal engkau akhirnya denganku
Kubersumpah atas nama cinta

Mengapa yang lain bisa
Mendua dengan mudahnya
Namun kita terbelenggu
Dalam ikatan tanpa cinta

June 26, 2008

Jadilah Editor Bagi Diri Sendiri

Filed under: Mari Menulis - pamanahrasa @ 12:42 am

Oleh Popon Saadah

Sebuah tulisan, apa pun itu bentuknya adalah sebuah karya yang patut dibanggakan oleh penulisnya, karena merupakan hasil dari proses berpikir dirinya. Apalagi bila karyanya itu dinilai baik, cantik, atau bermutu oleh para pembacanya. Tapi untuk menghasilkan karya yang patut dibanggakan itu tentu saja bukan perkara mudah, butuh proses dan waktu yang panjang serta kerja keras.
Sebuah tulisan atau karangan yang ditulis untuk kepentingan publik (dipublikasikan) harus diperlakukan sedemikian rupa oleh penulisnya. Diperlakukan sedemikian rupa di sini artinya harus diolah, dipoles, diedit terlebih dahulu sebelum dipublikasikan. Sampai pada akhirnya si penulis merasa yakin bahwa karyanya itu sudah melalui proses pengeditan yang matang dan final sehingga layak muat. Bila tidak, tulisan kita akan seperti makanan yang belum siap saji alias setengah matang, atau bahkan mungkin akan terasa masih mentah.
Dapat dibayangkan bila tulisan kita yang masih banyak bopengnya di sana-sini itu tergesa-gesa diumumkan dan dibaca oleh masyarakat umum. Bisa jadi tulisan tersebut bukannya memberikan manfaat pada para pembaca, tapi jangan-jangan malah membingungkan, menimbulkan salah tafsir, atau yang lebih parah lagi akan menyesatkan, serta memunculkan anggapan dari para pembaca yang kritis, bahwa si penulis adalah orang yang suka bekerja asal-asalan. Oleh karena itu, selain terampil menghasilkan bahasa tulis, seorang penulis juga hendaknya terampil mengedit karangan, terutama karangannya sendiri demi terwudunya karya yang cantik.
Saya berpendapat, sebuah tulisan disebut cantik bila tulisan tersebut sempurna (berpedoman pada cara penulisan yang baik dan benar menurut aturan bahasa yang baku serta menggunakan kalimat-kalimat yang lugas dan efektif).
Menjadi seorang penulis berarti menjadi orang yang sabar, tidak tergesa-gesa, dan teliti. Seorang penulis juga seseorang yang paham betul tentang seluk beluk aturan berbahasa, baik bahasa tulis maupun bahasa lisan. Seorang penulis adalah seorang pekerja keras (belajar terus menerus, menggali berbagai referensi, haus akan informasi, berkaca pada karya-karya bermutu, tidak cepat puas pada karya yang telah dihasilkannya, dan sebagainya). Semua itu demi keprofesionalannya.
Sesungguhnya menjadi editor bagi diri sendiri sangat menyenangkan. Menyunting karangan sendiri lebih bebas dilakukan dari pada menyunting karya orang lain, karena tidak perlu meminta pertimbangan orang lain tersebut sebagai penulisnya. Mengedit karya sendiri ibarat bersolek di depan cermin sesuka hati, tanpa campur tangan penata rias di luar diri kita.
Pada umumnya penyuntingan sebuah tulisan meliputi penyuntingan:
1. Ejaan dan tanda baca;
2. Struktur kalimat;
3. Diksi (pemilihan kata);
4. Pengembangan paragraf;
5. Keutuhan tema karangan;
6. Kesalahan dalam pengetikan.
Jangan pernah menyerahkan penyuntingan sepenuhnya pada orang lain atau editor sebuah penerbitan, sebab hasil suntingan orang lain bisa saja memunculkan perubahan makna pada karangan kita. Usahakan editor lain menjadi tidak berdaya menghadapi karya kita karena karya kita memang sudah betul-betul final.
Selamat menjadi editor untuk diri sendiri!